Kamis, 26 Juli 2018 14:07

Tarif Air Baku di Cimahi Naik 200%

Reporter : Fery Bangkit 
Sosialisasi Perwal Nomor 10 Tahun 2018 di Villa Neglasari, Jalan Sirna Rasa, Kota Cimahi, Kamis (26/7/2018).
Sosialisasi Perwal Nomor 10 Tahun 2018 di Villa Neglasari, Jalan Sirna Rasa, Kota Cimahi, Kamis (26/7/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id - Tarif Harga Air Baku (HAB) dipastikan mengalami kenaikan mulai September 2018. Kenaikan mencapai 200% dibandingkan tarif sebelumnya.

Awalnya, tarif HAB Rp500/meter kubik. Namun, seiring disahkannya Peraturan Wali Kota (Perwal) Cimahi Nomor 10 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Perwal Nomor 5 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah, diputuskan tarif HAB naik menjadi Rp1.500/meter kubik.

Sekretaris Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Cimahi, Yunita Retno Widiana menjelaskan, kenaikan tarif air baku disesuaikan dengan Peraturan Menteri ESDM RI Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pedoman Penetapan Nilai Perolehan Air Tanah.

"Dan terbitnya Pergub Jawa Barat Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pedoman Penetapan Nilai Perolehan Air Tanah," terang Yunita saat ditemui disela-sela 'Sosialisasi Perwal Kota Cimahi Nomor 10 Tahun 2018' di Vila Neglasari, Jln. Sirna Rasa, Kamis (26/7/2018).

Dengan keluarnya dua pedoman milik pemerintah pusat dan Pemprov itu, kata Yunita, Kota Cimahi harus melaksanakan penyesuaian dengan tarif baru. Apalagi, kata dia, wilayah lain seperti Kota Bandung dan Kabupaten Bandung telah melakukan penyesuaian harga sejak beberapa tahun lalu.

Sebagai perbandingan, saat ini HAB Kota Bandung Rp5.000/meter kubik, HAB Kabupaten Bandung Rp1.500/meter kubik dan akan dinaikan menjadi Rp4.000/meter kubik, sementara HAB Kabupaten Bandung Barat untuk air dangkal Rp2.400/meterkubik dan air dalam Rp3.000/meter kubik.

"Sehingga dengan kenaikan HAB di Kota Cimahi tetap masih lebih rendah dibandingkan kota lain," ujar Yunita.

Dijelaskannya, komponen penghitungan kenaikan HAB telah ini berdasarkan Pergub Jawa Barat Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pedoman Penetapan Nilai Perolehan Air Tanah yang meliputi biaya pembuatan sumur, volume pengambilan dan biaya operasional.

Berdasarkan data Bappenda Kota Cimahi, jumlah Wajib Pajak (WP) air tanah (air baku) yang aktif hingga sekarang hanya 163 WP, dengan titik sumur mencapai 400. Mayoritas WP adalah bergerak dibidang komersil atau perusahaan.

"WP itu kedalaman sumurnya 100 meter minimal. Satu WP itu ada yang 2 (dua), ada yang 3 (tiga) sumur," tandasnya.

Foto:Sosialisasi Perwal Nomor 10 Tahun 2018 di Villa Neglasari, Jalan Sirna Rasa, Kota Cimahi, Kamis (26/7/2018).

Baca Lainnya