Roni Maulana Arsy (Praktisi Media )
Roni Maulana Arsy, Praktisi Media [Istimewa]
News

Tak Ubah Nama, Wijaya Mulya Bisa Dijadikan Slogan RSUD Cibabat

Oleh : Roni Maulana Arsy  (Praktisi Media)

Semangat transformasi yang tengah dilakukan manajemen rumah sakit patut diapresiasi, namun perubahan tersebut tidak harus menghilangkan nama yang telah menjadi bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Kota Cimahi. RSUD Cibabat bukan sekadar nama administratif, melainkan simbol perjalanan panjang pelayanan kesehatan yang telah dikenal, dipercaya, dan menjadi kebanggaan masyarakat selama puluhan tahun.

Membenahi pelayanan rumah sakit sangat penting, tetapi jangan sampai menghapus sejarah. Nama RSUD Cibabat sudah melekat di hati masyarakat. Yang perlu diubah adalah kualitas pelayanan, bukan identitas yang memiliki nilai historis.

Kepercayaan masyarakat terhadap sebuah rumah sakit tidak dibangun melalui pergantian nama, melainkan dari pelayanan yang benar-benar dirasakan pasien, mulai dari kecepatan pelayanan, keramahan tenaga kesehatan, profesionalisme dokter dan perawat, fasilitas yang nyaman, hingga tata kelola rumah sakit yang transparan dan akuntabel.

Saya mengapresiasi komitmen manajemen RSUD Cibabat yang berencana melakukan pembenahan fasilitas, renovasi ruang perawatan, penataan lingkungan rumah sakit, digitalisasi layanan, serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Namun, ia menilai seluruh transformasi tersebut dapat dilakukan tanpa harus menghilangkan nama yang telah memiliki nilai sejarah bagi Kota Cimahi.

Sebaiknya nama RSUD Cibabat tetap dipertahankan, sementara "Wijaya Mulya" dijadikan sebagai slogan, filosofi pelayanan, atau identitas program transformasi rumah sakit.

Misalnya "Wijaya Mulya: Unggul dalam Pelayanan, Mulia dalam Pengabdian."

Konsep tersebut mampu menjaga warisan sejarah sekaligus menghadirkan semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Kata "Wijaya" bermakna kemenangan, keberhasilan, dan kejayaan, sedangkan "Mulya" berarti luhur, bermartabat, terhormat, serta penuh pengabdian. Jika digabungkan, "Wijaya Mulya" mencerminkan tekad untuk meraih keberhasilan melalui pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, bermartabat, dan mengutamakan keselamatan pasien.

Saya melihat tidak ada pertentangan antara mempertahankan sejarah dan membangun masa depan. Justru keduanya bisa berjalan berdampingan. RSUD Cibabat tetap menjadi identitas yang dikenal masyarakat, sementara 'Wijaya Mulya' menjadi semangat transformasi menuju pelayanan yang unggul, profesional, dan bermartabat. Dengan begitu, pemerintah tidak kehilangan sejarah, tetapi juga mendapatkan visi baru yang menginspirasi.

Saya  berharap DPRD Kota Cimahi membuka ruang dialog yang melibatkan masyarakat, tokoh sejarah, budayawan, akademisi, tenaga kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan sebelum memutuskan perubahan nama melalui Peraturan Daerah (Perda).

Keputusan yang menyangkut identitas rumah sakit daerah tidak hanya mempertimbangkan aspek administratif, tetapi juga harus menghargai nilai sejarah, budaya, serta ikatan emosional masyarakat terhadap nama yang telah lama dikenal.

Pergantian nama bukan satu-satunya cara membangun kepercayaan publik. Kepercayaan lahir dari pelayanan yang cepat, dokter yang profesional, fasilitas yang nyaman, serta kepastian pasien memperoleh layanan terbaik. Karena itu, saya mengajak Pemerintah Kota Cimahi menjadikan 'Wijaya Mulya' sebagai filosofi pelayanan RSUD Cibabat, bukan menggantikan identitas yang telah menjadi bagian dari sejarah kota. Dengan demikian, sejarah tetap terjaga, transformasi tetap berjalan, dan masyarakat menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Baca Lainnya