Senin, 24 Juni 2019 18:16

Tanpa Koordinasi, Sampah Sisa Colour Run di Kota Baru Parahyangan Berserakan

Reporter : Fery Bangkit 
UPT KBB tengah membersihkan sampah sisa Gelaran Colour Run yang digelar di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
UPT KBB tengah membersihkan sampah sisa Gelaran Colour Run yang digelar di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Gelaran Colour Run yang digelar di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyisakan Pekerjaan Rumah (PR) bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sebab, event yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) KBB ke-12 itu menyisakan tumpukan sampah yang belum diangkut dan berserakan di sepanjang jalan komplek elit yang biasanya selalu terlihat bersih dan asri itu.

Sampah kebanyakan adalah kantong plastik dan botol mineral tampak berceceran di sejumlah titik. Bukan hanya di jalan yang menjadi pusat acara, tapi juga terlihat di rerumputan area terbuka hujau dan taman-taman. Kondisi itu membuat petugas kebersihan harus bekerja ekstra keras karena harus terlebih dulu menyapukan dan mengumpulkannya sebelum diangkut.

"Sampahnya banyak sekali, berceceran, jadi petugas juga kerepotan membersihkannya," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup KBB, Rudi Huntadi, Senin (24/6/2019).

Rudi menyesalkan kenapa sampah-sampah itu tidak dikumpulkan dan diangkut oleh panitia atau Event Organizer (EO) yang menyelenggarakan acara. Terlebih pihaknya pun tidak dilibatkan atau diajak koordinasi oleh pembuat acara terkait pengangkutan sampah. Namun ketika ramai di media sosial bahwa banyak sisa sampah di lokasi, dirinya ditelpon oleh Kadis LH untuk segera mengangkut sampah-sampah tersebut.

Hanya saja karena lokasi bukan di wilayah Pemda, maka pihaknya kesulitan untuk menggeser personel karena banyak yang sedang bertugas. Khususnya untuk mengangkut sampah sisa peringatan hari jadi selama tiga hari dari Rabu-Jumat, sebanyak sekitar 12-15 ton. Sehingga dengan adanya kejadian ini petugasnya harus bekerja ekstra membersihkan sisa sampah yang sebenarnya bukan tanggungjawabnya.

"Untuk membersihkan sampah di Kota Baru, kami menerjunkan satu dump truk dan satu APSL dengan jumlah personel 18 dan beroperasi sejak pukul 07.00," terangnya.

Dikatakannya, pihaknya juga mendapat bantuan satu kendaraan dari pihak Kota Baru plus dengan lima personel kebersihan. Namun mereka membuang sampah hanya ke TPS sementara, sedangkan untuk ke TPA Sarimukti tetap dilakukan oleh UPT Kebersihan. Ke depan dirinya berharap ketika ada event publik sebaiknya UPT Kebersihan dilibatkan sehingga tidak ada saling lempar tanggung jawab ketika sampah menumpuk usai kegiatan.

"Ya apa susahnya diajak komunikasi sehingga kami bisa antisipasi sejak awal, tidak seperti ini kami harus tarik petugas dari tempat lain," pungkasnya.

Baca Lainnya