Kamis, 15 Februari 2018 21:20

Tanjakan Emen Ganti Nama, ini Harapannya

Reporter : Fery Bangkit 
Peninjauan Lokasi Kecelakaan yang Merenggut nyawa 27 Orang.
Peninjauan Lokasi Kecelakaan yang Merenggut nyawa 27 Orang. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Kabar hangat datang dari ruas 'Tanjakan Emen', Subang, Jawa Barat. Sekarang, tanjakan maut yang kerap menjadi lokasi kecelakaan itu berganti nama menjadi 'Tanjakan Aman'.

Baru-baru ini tanjakan yang berada di perkebunan teh itu menewaskan 27 orang warga Tangerang, Banten. Bus yang ditumpangi para anggota koperasi itu mengalami kecelakaan maut saat hendak menuju perjalanan pulang.

Dengan pergantian nama ini, diharapkan tidak ada lagi kecelakaan yang merenggut korban jiwa di jalur tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementrian Perhubungan RI, Budi Setiyadi seusai meninjau lokasi bersama Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Ali Hasan, pihak Jasa Raharja serta Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kamis (15/2/2018).

"Tanjakan Emen berubah nama jadi Tanjakan Aman, tadi kita sudah melaksanakan doa untuk keselamatan bersama dan untuk para arwah korban agar diterima di sisi Tuhan YME. Mudah-mudahan, ini adalah kejadian yang terakhir di tanjakan Aman ini," kata Budi.

Dia menyatakan, kecelakaan bus Premium Passion pada Sabtu (10/2) lalu adalah kecelakaan terparah di tahun ini setelah sebelumnya kejadian yang sama pernah terjadi di tahun 2012 dan 2014. Dengan adanya rentetan kecelakaan ini, pihaknya akan langsung memasang rambu-rambu untuk memberitahukan pada pengendara agar berhati-hati karena banyaknya tanjakan dan tikungan tajam di jalur ini.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum Jawa Barat juga akan membangun jalur penyelamatan (escape road) di Tanjakan Aman Subang yang fungsinya untuk membuang kendaraan apabila remnya mendadak tidak berfungsi.

"Bila pengemudi merasa rem kendaraannya tidak bagus, mereka akan lari ke sana, sehingga tidak melanjutkan perjalanan ke jalan turunan ini," bebernya.

Setelah rambu-rambu ini dipasang, dia berharap masyarakat dan aparat keamanan bisa menjaga dan memeliharanya. Pasalnya, beberapa alat atau sarana prasarana keselamatan yang sudah dipasang sering hilang.

"Alat-alat yang kita pasang seperti penerangan jalan umum (PJU) dan lampu jalan, baterainya ada yang hilang," tuturnya.

Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Ali Hasan menyatakan, pihaknya akan segera menggelar rapat dengan dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan untuk menindaklanjuti permintaan Dirjen Perhubungan Darat tersebut.

Di tempat yang sama, Kasat Lantas Polres Subang, AKP Budhy mengaku, sampai saat ini pihaknya masih mendalami penyelidikan kasus kecelakaan bus Premium Passion.

"Polisi masih mencari keterangan saksi-saksi lain, belum ada tersangka baru, masih satu orang yang sudah ditetapkan tersangka," ungkap Budhy.