Jumat, 24 Januari 2020 14:37

Tak Terima Anaknya 'Dijewer', Orang Tua Laporkan Oknum Pengajar ke Polisi

MDZ saat didampingi orang tuanya, Deddy Gunadi (43) mendatangi Mapolres Cimahi, Jalan Jenderal Amir Machmud
MDZ saat didampingi orang tuanya, Deddy Gunadi (43) mendatangi Mapolres Cimahi, Jalan Jenderal Amir Machmud [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Tak terima perlakuan terhadap anaknya, orang tua siswa di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung melaporkan oknum pengajar kepada pihak kepolisian.

Jalur hukum itu dibuat pada Minggu (19/1/2020) atas dugaan tindak pidana kekerasan terhadap santri berinisial MDZ (17). Akhirnya pada Jumat (24/1/2020), MDZ yang didampingi orang tuanya, Deddy Gunadi (43) mendatangi Mapolres Cimahi, Jalan Jenderal Amir Machmud untuk dimintai keterangan.

Salah satu alat bukti yang menjadi modal pelapor adalah rekaman CCTV, yang memperlihatkan seorang oknum pengajar diduga tengah menganiaya korban dengan menjewer kuping.

Deddy Gunadi menceritakan, kejadian tak mengenakan yang dialami anaknya itu baru diketahui setelah mendapat cerita ketika ia pulang dari pesantren. Kemudian MDZ dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pemeriksaan.

"Telinga anak saya mengalami luka-luka pada bagian kiri dan kanan karena ditarik-tarik," kata Deddy saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jumat (24/1/2020).

Ia tidak menceritakan penyebab pasti anaknya mendapat perlakuan tidak mengenakan itu. Namun, kata dia, sebelumnya memang anaknya juga pernah melakukan pelanggaran sehingga mendapat hukuman yang menurutnya masih wajar.

"Sebelumnya juga ada kesalahan dan sudah menerima hukuman, seperti kepala dibotakin setiap bulan sampai lulus. Lalu dia juga sudah menerima hukuman lainnya seperti pus up sesuai SOP," ungkapnya.

Namun kejadian yang terakhir yang dialami, pihak keluarga belum menerimanya sehingga melaporkan oknum pengajar tersebut. Sebab menurut Deddy, tindakan dugaan penganiayaan ini sudah melebihi batas kewajaran.

"Tidak sesuai SOP, makannya saya lapor polisi biar jelas secara hukumnya," katanya.

Kasat Reskrim Polres Cimahi, AKB Yohanes Redhoi Sigiro membenarkan pihaknya sudah menerima laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum pengajar terhadap santrinya.

"Setelah menerima laporan, kami melakukan langkah Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket). Kami juga sudah datang ke TKP untuk melakukan olah TKP," bebernya. 

Baca Lainnya