Kamis, 15 Februari 2018 13:03

Tahanan Senilai Rp 414 Miliar Dirawat di RS Dustira

Reporter : Fery Bangkit 
Wakil Kepala Rumah Sakit Dustira  dr. Bambang S.N, Saat ditemui di Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi.
Wakil Kepala Rumah Sakit Dustira dr. Bambang S.N, Saat ditemui di Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Tahanan LP Sukamiskin terkait Kasus Korupsi dan pencucian uang senilai Rp 414 miliar, Fuad Amin kini tengah menjalani perawatan di ruang perawatan Paviliun Siliwangi 6, Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi.

Menurut informasi yang didapat,didapat, mantan Bupati Bangkalan itu dirujuk oleh dokter Lapas Sukamiskin agar mendapat perawatan intensif di rumah sakit milik TNI AD itu lantaran kondisinya terus melemah.

Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala Rumah Sakit Dustira, dr. Bambang S.N, mengatakan jika Fuad didampingi dokter serta petugas Lapas Sukamiskin tiba pada pukul 12.00, Rabu (14/2/2018).

Saat tiba di rumah sakit, pria yang divonis 13 tahun penjara itu sudah dalam kondisi lemah dengan berbagai penyakit yang dideritanya. Fuad saat ini sedang berada dalam pengawasan dan pengamatan dr. Sandy.

"Betul memang ada pasien atas nama Fuad Amin. Kemarin dibawa ke sini (Rs Dustira) dan dinyatakan oleh dokter harys mendapat perawatan intensif karena sakitnya, yaitu jantung, vertigo, dan stroke," ujar Bambang saat ditemui di RS Dustira, Kamis (15/2/2018).

Dikatakan Bambang, pihaknya belum bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan observasi terhadap pasien. Untuk sekarang pihaknya hanya fokus memberikan perawatan medis terhadap yang bersangkutan.

Kondisi terkini pasien, seperti diungkapkan oleh Bambang, pasien sudah melewati masa kritisnya dan sudah sadar serta sudah mampu berkomunikasi.

"Kami tidak bisa memastikan berapa lama pasien ini akan dirawat atau observasinya seperti apa. Meskipun kami rumah sakit militer, tapi siapapun pasiennya kami terima dan kami tangani, apalagi yang menggunakan BPJS. Kondisinya sudah membaik," katanya.

Disinggung mengenai alasan pasien dirawat di rumah sakit militer tersebut, Bambang menegaskan pihaknya tidak dalam kapasitas menolak pasien atau mencari tahu alasan pemilihan rumah sakit tempatnya bekerja sebagai tempat perawatan pasien yang tersandung kasus korupsi.

"Selama dia memang harus dirawat, ya pasti kami terima. Silakan konfirmasi ke pihak lapasnya, karena dokter lapas yang memberikan surat pengantar untuk dirawat disini," tegasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer