Jumat, 16 November 2018 12:40

Sumbangan PAD dari 225 Juru Parkir di KBB

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [istimewa]

Limawaktu.id, Bandung Barat - Para juru Parkir resmi yang dikelola Dinas Perhubungan (Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari 225 orang. Diperkirakan, juru parkir ilegal jumlahnya bisa lebih banyak dibandingkan dengan yang terdata di Dishub.

Kepala Bidang Teknik dan Prasarana pada Dishub Bandung Barat, Fauzan mengungkapkan, jumlah juru parkir legal ini semuanya berada di sembilan kecamatan yang secara geografis berada di wilayah perkotaan. Pihaknya mengimbau masyarakat apabila ditemukan juru parkir yang menyalahi aturan untuk melapor ke Dishub.

Baca Juga : Soal Parkir, Dishub Kota Cimahi Kehilangan Rp 300 Juta Lebih per Tahunnya

"Juru parkir legal memberikan layanan yang baik, mereka dilengkapi seragam rompi resmi yang sudah diberikan Dishub untuk membedakan parkir resmi dan tidak resmi, selain itu juru parkir yang resmi ditandai pula dengan kartu anggota," kata Fauzan, Kamis (15/11/2018).

Pihaknya tak memungkiri jika di lapangan ditemukan penarikan besaran retribusi parkir yang tak sesuai dengan aturan. Untuk tarif parkir di wilayah Bandung Barat, lanjut Fauzan, sesuai dengan Perda bahwa sepeda motor hanya dikenakan biaya Rp.1000 dan mobil Rp. 2000. Apabila meminta tarif lebih, masyarakat diminta untuk menegurnya.

Baca Juga : Tertabrak Toyota Fortuner, Juru Parkir Tewas

"Juru parkir ini orang-orangnya harus terdaftar, yang ngerti pengaturan lalu lintas, nah ini dibina. Bagaimana caranya ngatur kendaraan, bagaimana memakirkan dan mengeluarkan kendaraan, gimana memprioritaskan kendaraan supaya lalu lintas lancar, "bebernya.

Disinggung mengenai realisasi pendapatan dari retribusi parkir tahun 2018, diakuinya, saat ini belum mencapai target yang diharapkan yakni sebesar Rp 594 juta. Fauzan mengatakan, pendapatan dari sektor parkir pasti fluktuatif, artinya tiap tahun tidak akan sama.

Baca Juga : Puluhan Tukang Parkir Liar Diciduk Anggota Sabhara Polres Cimahi

"Parkir itu unik, karena kalau memanfaatkan orang jauh, dia itu butuh operasional yang besar. Biasanya parkir itu lebih efektif jika dikelola warga sekitar, Karang Taruna. Dishub yang memberdayakan mereka, atau pihak desa, nih desa mau dikelola sama siapa, nanti dikerjasamakan dengan Dishub, bisa jadi nanti ke depannya kita juga lakukan perekrutan juru parkir baru, "terangnya.

Oleh karena itu, Fauzan menyatakan, pihaknya lebih mementingkan ketertiban dan pengendalian lalu lintas dibandingkan pencapaian target pendapatan. Karena jika ingin mengejar target pendapatan, menurut dia, sangat gampang, caranya dengan membuat tempat parkir di semua ruas jalan raya.

"Gampang kalau mau kejar target, semua jalan raya dibuat tempat parkir saja. Tapi kita enggak, kita kejar tertib lalu lintas dulu, "tuturnya.

Baca Lainnya