Kamis, 21 Juni 2018 16:09

Soal Penangkapan Terduga Teroris, Wali Kota, Kapolres Cimahi Serta Dandim 0609 Kompak Bilang Begini

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna (Tengah) Didampingi Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana serta Dandim 0609/Kab Bandung Letkol Arh Andre Wira Kurniawan.
Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna (Tengah) Didampingi Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana serta Dandim 0609/Kab Bandung Letkol Arh Andre Wira Kurniawan. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Pemerintah Kota Cimahi akan memperketat pemantauan aktifitas warga sejak tingkat RT/RW hingga kelurahan.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi masuknya pelaku radikalimse ke Kota Cimahi. Apalagi, pada Selasa (19/6/2018), Tim Densus 88 Mabes Polri telah menangkap tiga terduga teroris berinisial MN (18) warga Makassar, R (33) warga Siak Provinsi Riau dan FJ (27) warga Bekasi. Bahkan, terduga FJ disebut pernah singgah di Kota Cimahi.

Baca Juga : EDAS dukung Pengesahan Undang-undang Anti Terorisme dan Pelibatan TNI

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna menegaskan, pihaknya akan mendata warga yang datang ke Cimahi. Apalagi, usai lebaran ini, biasanya warga pendatang kerap menjadikan Cimahi sebagai destinasi untuk menetap.

"Kami sudah himbau RT, RW, kelurahan ketika arus balik dipastikan tidak bawa teman. Kalau bawa, pastikan terdata. Kan bisa saja ditunggangi hal tak bertanggung jawab," imbuh Ajay di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Kamis (21/6/2018).

Baca Juga : Informasi dari Sekitar Komplek Terduga Teroris di Kota Cimahi

Ditegaskannya, pihaknya akan kembali menggalakan tamu wajib lapor 1x24 jam dan Sistem Keamanan Keliling (Siskamling).

Selain itu, Ajay juga meminta agar dinas terkait tidak terlalu mudah memberikan surat izin tinggal sementara atau Kipem kepada warga pendatang.

Baca Juga : Tiga Terduga Teroris Jaringan ISIS Ditangkap di Cimahi dan KBB

"Jangan terlalu gampang bikin Kipem, harus diseleksi dulu," tegasnya.

Ditempat yang sama, dandim 0609/Kabupten Bandung, Letkol Arh. Andre Wira Kurniawan, mengatakan pasca penangkapan pihaknya langsung memerintahkan anggotanya untuk meningkatkan pengawasan.

Baca Juga : Kronologi Penangkapan Tiga Terduga Teroris di Bandung Barat

"Mengaktifkan lagi wajib lapor yang ada dimasing-masing di RT/RW dan juga di Kelurahan baik di Kabupaten Bandung Barat maupun di Kota Cimahi," ujarnya.

Menurutnya, dengan mengaktifkan lagi wajib lapor untuk orang asing, petugas bisa memastikan orang tersebut bukan warga asli Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga : Kesaksian Pihak Komplek dan Rumah Makan Terkait Terduga Teroris Berinisial F

Atas hal tersebut, kata Andre, pihaknya bisa mengantisipasi apabila ada orang pendatang baru yang diduga bisa melakukan kegiatan yang melanggar hukum seperti terduga teroris.

"Seperti orang-orang yang kemarin ditangkap, dengan adanya hal tersebut kita lebih utamakan lagi untuk meningkatkan komunikasi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah terutama RT/RW," katanya.

Andre mengatakan, saat ini RT/RW sudah mulai lengah dengan adanya orang pendatang baru yang seharusnya lapor 1X24 jam, sehingga pihaknya harus mengingatkan sesuai protap dan prosedur wajib lapor.

Hal senada diungkapkan, kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, bahwa pascapenangkapkan tiga terduga teroris tersebut pihaknya bersama TNI dan Pemerintah akan meningkatkan patroli.

"Kami antisipasi cara bertindak TNI, Polri dan Pemerintah untuk patroli melakukan pendataan masyarakat yang meninggalkan rumahnya, termasuk yang kembali bawa saudara," katanya.

Terhadap pendatang baru pihaknya juga akan meningkatkan kewaspadaan tersendiri dengan melakukan ekstra pengamanan dan penebalan personel.

Baca Lainnya