News

Emping Melinjo Nabil Jaya, Warisan Keluarga Mengharumkan Nama Cilegon hingga Mancanegara

Limawaktu.id, Kota Cilegon  – Emping Melinjo menjadi salah satu kuliner khas Provinsi Banten yang selalu diburu wisatawan sebagai camilan maupun oleh-oleh. Di balik popularitas makanan tradisional tersebut, terdapat para perajin yang terus menjaga warisan usaha keluarga agar tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

Salah satunya adalah Sentra Emping Melinjo Nabila Jaya yang berlokasi di RT 014/RW 02, Ketileng Barat, Kelurahan Ketileng, Kota Cilegon. Usaha rumahan ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat dan terus memproduksi emping melinjo berkualitas sejak tahun 1983.

Pemilik Sentra Emping Nabila Jaya, Halijah, mengatakan usaha yang digelutinya merupakan warisan turun-temurun dari keluarganya. Ia meneruskan usaha yang sebelumnya dirintis oleh neneknya dan hingga kini tetap mempertahankan proses produksi emping secara tradisional.

"Awalnya memang fokus membuat emping melinjo. Ini usaha keluarga yang sudah turun-temurun dari nenek saya. Saya meneruskannya sejak tahun 1983," ujar Halijah.

Menurutnya, saat permintaan pasar sedang tinggi, produksi emping di Nabila Jaya bisa mencapai sekitar 100 kilogram per hari. Produk yang dihasilkan dijual dalam berbagai bentuk, mulai dari emping mentah siap goreng hingga emping matang dengan berbagai varian rasa.

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, usaha tersebut melibatkan sekitar 20 perajin yang secara khusus mengerjakan proses pembuatan emping melinjo setiap harinya.

"Kalau lagi ramai, produksi bisa sampai 100 kilogram sehari. Yang membuat emping ada sekitar 20 orang," katanya.

Seiring berjalannya waktu, Nabila Jaya tidak hanya memproduksi emping melinjo. Berbagai makanan tradisional khas Banten seperti gipang, akar kelapa, dan aneka camilan lainnya turut dikembangkan untuk memperluas pasar.

Halijah mengungkapkan perkembangan usahanya tidak lepas dari dukungan sejumlah pihak, termasuk almarhum Haji Bahruddin yang banyak membantu memperkenalkan produk emping buatannya ke pasar yang lebih luas.

Bahkan, produk emping yang diproduksi Nabila Jaya pernah menembus pasar luar negeri melalui jaringan pemasaran yang dibangun para mitranya.

"Alhamdulillah dulu produk emping kami pernah dibawa sampai ke luar negeri. Informasinya ada yang dibawa ke Korea dan Jepang," ungkap Halijah.

Meski kini banyak makanan modern bermunculan, Halijah tetap optimistis emping melinjo akan terus diminati masyarakat. Selain memiliki cita rasa khas, emping juga menjadi bagian dari identitas kuliner Banten yang telah dikenal luas.

Dengan mempertahankan kualitas dan cita rasa tradisional, Sentra Emping Melinjo Nabila Jaya tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi puluhan warga sekitar, tetapi juga ikut menjaga warisan kuliner daerah agar tetap lestari dan mampu bersaing hingga pasar internasional.

Baca Lainnya