Senin, 27 November 2017 20:09

Soal Info BPJS Kesehatan Tak Tanggung 8 Jenis Penyakit, Masyarakat Diminta Tak Resah

Reporter : Fery Bangkit 
Logo BPJS
Logo BPJS [Net]

Limawaktu.id - Belakangan ini, publik dihebohkan dengan pemberitaan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan menghapuskan 8 jenis Penyakit.

Kedelapan penyakit tersebut adalah penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis hati, leukimia, dan hemofilia. Kabar yang beredar, BPJS Kesehatan tidak akan menanggung kedelapan penyakit tersebut.

Menanggapi kabar tersebut, Seketaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Fitriani Manan didampingi Staf dari Seksi Pelayanan dan Pembiayaan Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dewi Rahayu meminta masyarakat untuk tidak resah dengan kabar itu. Sebab, Fitriani mengaku, hingga saat ini, pihaknya belum menerima pemberitahuan terkait kabar tersebut.

"Belum ada pemberitahuan dari BPJS secara langsung, bahkan dari Dinkes Provinsi juga belum memberi petunjuk. Jadi belum ada informasi yang jelas. Kita juga baru tau berita itu dari media masa," katanya, saat ditemui diruang kerjanya, di Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi, Senin (27/11/2017).

Menurutnya, jika ada perubahan atau peraturan baru, biasanya pihak dinkes selalu mendapat surat dari kementerian kesehatan atau langsung mendapat konfirmasi dari pihak BPJS.

"Digrup sosmed pengelola JKN se-Jabar juga belum bisa ngasih keputusan terkait kabar ini," ujarnya.

Fitriani menjelaskan, Jika melihat amanat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang pertama tidak diperbolehkan memungut biaya dari pasien dan kedua Pemerintahkan sudah mewajibkan 2019 Universal Health Coverage (UHC) dimana pemerintah daerah harus mendaftarkan masyarakat miskinnya dan perusahaan diwajibkan pula mendaftarkan, maka akan menjadi satu masalah jika pembiayaan pengobatan masih ditanggung masyarakat peserta BPJS Kesehatan.

"Jika ada penarikan biaya untuk rawat inap saja itu sudah menjadi masalah, walaupun iurannya tidak besar. Kalau menurut saya pribadi, dengan UHC maka peserta makin banyak berartikan dana yang terkumpul akan semakin banyak. Kami kurang paham juga perhitungan disananya yang katanya defisit itu," jelasnya.

Di Kota Cimahi sendiri pada 2016 ada sebanyak 200-an pengguna Jamkesda yang mengalami sakit rawat inap, dengan penyakit diantaranya dari kedelapan penyakit yang disebut akan dihapus klaimnya oleh BPJS.

"2016 saja menghabiskan anggaran sekitar Rp 3 miliar. Kalau yang rawat jalan lebih dari 1000 orang. Yang paling menyedot biaya pada gagal ginjal sama kemoterapi, kalau jantung gimana keparahan penyakitnya," ucapnya. (kit)*

Baca Lainnya