Jumat, 9 Februari 2018 18:28

Soal Dugaan Pencemaran Sungai Citarum, DLH KBB Tunggu Hasil Sampel 8 Perusahaan

Reporter : Fery Bangkit 
Ilustrasi.
Ilustrasi. [Net]

Limawaktu.id,- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masih menunggu hasil sampel delapan perusahaan yang diduga melakukan pencemaran limbah ke Sungai Citarum.

Kepala DLH KBB, Apung Hadiat Purwokerto mengatakan, pada Sabtu (3/1) dini hari lalu pihaknya mendampingi DLH Provinsi Jawa Barat mengambil sampel limbah delapan perusahaan di Kecamatan Padalarang dan Batujajar yang diduga telah mencemari Sungai Citarum.

Baca Juga : Diduga Membuang Limbah, Operasional PT. Aktek Dihentikan

"Pihak provinsi mengadakan pengawasan rutin limbah industri di Bandung Barat. Karena leading sektornya DLH provinsi, maka sampelnya juga dibawa sama mereka," katanya, Jumat (9/2/2018).

Kedelapan perusahaan yang diambil sampelnya di antaranya PT Senayan Sandang Makmur, PT Sinar Baskara Sejati, PT Hero Sekawan, PT Kencana Fajar Mulia, PT Central Texindo, PT Victory Pan Multitex, PT CGNP Mills, dan PT Daya Mekar Tekstindo. Semuanya sampel diambil sekitar jam 01.00 WIB.

Baca Juga : Dinas LH Kabupaten Bandung Segel Pabrik PT. Aktek

Karena masih diuji, sampel dari pihak provinsi baru akan keluar pada pekan depan. Apung menyatakan, nantinya akan keluar hasil uji apakah kedelapan perusahan tersebut telah melakukan pelanggaran pencemaran limbah atau tidak.

Jika terbukti melanggar, DLH Bandung Barat akan memberikan peringatan tertulis 1 sampai 3, jika sampai peringatan ke-3 tidak juga digubris atau pihak perusahaan tidak memperbaiki apa jenis pelanggarannya, pihaknya akan melakukan unsur paksaan pemerintah.

"Kalau masih juga belum ditanggapi, langkah terakhir, kita akan ajukan pencabutan izin operasional perusahaan melalui pengadilan," tandasnya.

Baca Lainnya