Minggu, 29 Oktober 2017 17:55

Sinema Penemuan Ular di Cireundeu, Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Warga Cireundeu berhasil menangkap ular sepanjang 4 meter belum lama ini.
Warga Cireundeu berhasil menangkap ular sepanjang 4 meter belum lama ini. [Limawaktu]

Limawaktu.id, - Membahas seputar Kampung Cireundeu, Leuwigajah, Cimahi Selatan, Kota Cimahi seakan tak ada habisnya. Keunikan-keunikan selalu saja ditemukan di sana.

Kali ini, Limawaktu.id akan mengupas perihal Ular-ular berukuran besar, seperti ular jenis sanca kembang atau pyton reticulatus. Beberapa kali ular yang memiliki ukuran panjang hingga 5 meter mengagetkan dan menghebohkan warga.
Salah seorang warga, Yoyo Haryono (54) menuturkan, sejumlah penemuan ular berukuran besar menurutnya merupakan kejadian yang perlu dianalisis. Mitos ular jadi-jadian pun tersirat dibenaknya.

"Perlu dianalisis dulu, takutnya ular jadi-jadian," ujarnya.
Kampung Cireundeu sendiri memang terletak di pedalaman, yang diapit oleh tiga gunung, yakni Gunung Gajah Langu, Gunung Puncak Salam dan Gunung Cilame. Konon katanya menurut Yoyo, ular-ular itu datang dari Gunung Langu.
"Memang mitosnya dari Gunung Gajah Langu," ucapnya.
Meruntut pada sejarah yang tercatat, Cireundeu mulai mengemuka tahun 1918, seiring dengan beralihnya kebiasaan memakan beras menjadi singkong.

Namun, usut punya usut, Cireundeu sudah ada sejak abad ke-17. Saat ini, jika diilustrasikan, Cireundeu sangatlah lebat dipenuhi dengan berbagai jenis pohon. Gunung-gunung yang adapun jelas masih tampak alamiah.

"Cireundeu itu di bawah kaki gunung. Dulu ada sesepuh bikin rumah satu dua. Sebelum abad ke-17 katanya sudah ada," ujar Asep Wardiman, Tokoh Masyarakat Cireundeu.

Sejak zaman dulu, menurut cerita, berbagai jenis ular besar kerap ditemui oleh para sesepuh. Ular-ular tersebut dipercayai bersemayam di berbagai goa-goa kecil di Kampung Cireundeu.
"Dulu mah hutan lebat, suka ada goa kecil. Ular tidur di sana. Dongeng sesepuh dulu mah ada ular sanca kembang," tutur Asep.

Namun, seiring berkembangnya zaman, gunung yang ada di wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat mulai dimasuki para pengembang. Gunung-gunung mulai beralih fungsi menjadi tempat perekonomian warga.

Menurut Asep, mungkin merasa gerah dan tak betah, ular-ular besar itu mulai berpindah dan masuk ke pemukiman warga. Bahkan, warga sempat digegerkan dengan penemuan ular sanca kembang yang panjangnya mencapai 5 meter.
"Keganggu habitatnya, jadi ke kampung. Di hutan mah masih banyak ularnya," tuturnya.

Tentang mitos ular jadi-jadian, ditekankan Asep, tak ada istilah tersebut. Sebab, sedari dulu ular-ular memang sudah berkeliaran di sekitar hutan Cireundeu.

Mitos hanyalah sebuah penafsiran akan hal-hal tertentu, yang dikaitkan dengan hal-hal gaib. "Gak ada kaitannya dengan mitos," tandas Asep. (kit)*

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer