Selasa, 14 September 2021 17:28

Sindikat Pemalsuan Sertifikat Vaksin Covid-19 Ditangkap Polisi

Reporter : Iman Nurdin
Empat tersangka  pemalsuan sertifikat vaksin Covid-19 tanpa suntik  ditangkap Polda Jabar
Empat tersangka pemalsuan sertifikat vaksin Covid-19 tanpa suntik ditangkap Polda Jabar [Istimewa]

Limawaktu.id - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar berhasil mengungkap penyalahgunaan sertifikat vaksin tanpa melalui penyuntikan vaksin dengan mengamankan 4 tersangka JR, IF, MY dan HH di dua tempat kejadian pekara (TKP)

Pengungkapan berawal hari Jum'at (27/08) saat Penyidik dari unit l Subdit l Ditkrimsus Polda Jabar menemukan akun facebook Jojo yang menawarkan jasa pembuatan vaksin Covid-19 tanpa melakukan penyuntikan. Jasa tersebut ditarif Rp100.000 sampai Rp200. 000 per sertifikat. 

Selanjutnya, dari Subdit V Siber yang dipimpin AKBP Mujianto  melakukan penyelidikan melalui jejaring internet, dan menemukan penawaran pembuatan sertifikat vaksin tanpa sunti vaksin covid 19 yang dilakukan tersangka MY dan HH dengan harga Rp 300.000 per sertifikat.

Sementara pembuatan sertifikat vaksin dilakukan tersangka IF mantan Relawan Covid -19 dan masih bisa mengakses URL website https://pcare.bpjs-kesehatan.go.id/vaksin/login.

"Modus Operandi, tersangka JR membuat sertifikat vaksin Covid-19 tanpa perlu melakukan suntik vaksin," ungkap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Drs Erdi A Chaniago didampingi Dirkrimsus Kombes Pol Ariep Rahman, Kementeian Kesehatan dan Dinkes Provinsi Jabar, saat konferensi pers di aula Ditlantas Polda Jabar Jl. Soekarno Hatta Bandung Selasa (14/09/2021).

Erdi mengatakan, sampai saat ini para pelaku telah berhasil menerbitkan sertifikat vaksin palsu kurang lebih 26 pcs dengan harga satuan 300.000 per sertifikat.

"Dari Hasil pengungkapan, petugas berhasil mengamankan barang bukti 19 lembar sertifikat vaksin tanpa suntik dan sejumlah handhphone milik pelaku," tandasnya.

Dalam kasus ini, Erdi menambahkan, para pelaku telah melanggar pasal 62 ayat 1, pasal 9 ayat 1 tentang perlindungan konsumen, dan pasal 115 tentang perdagangan dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara atau denda 12 miliar.

 

Sindikat

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Pol Arief Rahman mengungkapkan, pihak Ditreskrimsus Polda Jabar telah berhasil melakukan pengungkapan sindikasi dalam Pemalsuan sertifikat vaksin Covid-19.

"Sejak bulan Agustus kami telah melakukan patroli siber yang dilakukan dua tim dari ditkrimsus Polda jabar, dan ditemukan di akun Facebook penawaran jasa pembuatan vaksin tanpa suntik vaksin Covid 19," tutur ariep

"Kami tekankan ini bukan pembobolan aplikasi akun resmi vaksin, tapi ini merupakan penyalahgunaan wewenang terhadap akun aplikasi tersebut, mengingat pada dasarnya para pelaku merupakan mantan relawan vaksin covid 19," jelas dia.

Ariep menekankan masyarakat tetap tenang bahwa aplikasi akun resmi pemerintah tetap aman. 

Baca Lainnya

Topik Populer