Cimahi - Setelah sempat tertunda, tahapan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 rencananya akan dilaksanakan pada September-Oktober mendatang. Di Kota Cimahi, tercatat ada 286 peserta yang melaju ke tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Kepastian pelaksanaan SKB tersebut setelah Badan Kepegawaian Negara (BKN) merilis rencana jadwal Tes SKB CPNS 2019. Sebelumnya, tahapan SKB bagi calon abdi negara itu sempat tertunda akibat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).
"Kemarin kita dengan Kanreg (Kantor Regional) III melakukan rapat virtual dengan menggunakan aplikasi zoom meeting. Kita diberitahu jika pelaksanaan SKB rencananya akan dilakukan pada bulan September - Oktober 2020," ungkap Kasubid Pengadaan dan Mutasi Pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengelola Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Cimahi, Jamaludin
Kamis (22/7/2020)
Rencannya pelaksanaan SKB akan berlangsung di Kanreg III BKN Bandung Jalan Surapati, Kota Bandung. Saat ini, kata dia, persiapan tengah dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) baik dari tingkat pusat hingga daerah.
"Kita sedang fokus persiapan SKB, untuk tempat rencananya akan berlangsung di Kanreg III BKN, bersama daerah lain," kata Jamaludin.
Mengingat masih pademi Covid-19, BKN
telah menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan dalam pelaksanaan SKB CPNS 2019. Protokol kesehatan tersebut tercantum dalam Surat Edaran nomor 17/SE/VII/2020 tentang Prosedur Penyelenggaraan Seleksi dengan Metode CAT BKN dengan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
"Seluruh tahapan seleksi (SKB) menggunakan protokol covid, sesuai dengan arahan dari pusat," ujar Jamaludin.
Peserta seleksi wajib mengikuti protokol tersebut, yakni dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri mulai 14 hari sebelum pelaksanaan seleksi, peserta tidak diperkenankan mampir ke tempat lain selain ke tempat seleksi, peserta wajib menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu.
"Jika diperlukan, penggunaan pelindung wajah (faceshield) bersama masker sangat direkomendasikan sebagai perlindungan tambahan. Tetap memperhatikan jaga jarak minimal satu meter dengan orang lain," katanya.
Kemudian para peserta diminta menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan pakai sabun, menggunakan handsanitizer, dan membawa alat tulis pribadi.
Peserta seleksi dengan suhu di atas 37,3 derajat celcius diberikan tanda khusus, dan mengikuti ujian di ruangan khusus, dan diawasi dengan petugas yang wajib memakai masker dan pelindung wajah.
Diketahui, Pemkot Cimahi membuka 99 formasi CPNS. Rinciannya, tenaga kesehatan sebanyak 10 formasi. Rinciannya, 7 apoteker, 1 spesialis paru, 1 radiografer, dan 1 terapis wicara.
Kemudian tenaga kependidikan sebanyak 85 formasi, dengan rincian Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) 18 formasi, Guru Bimbingan Konseling (BK) 10 formasi, Guru Kelas 38 formasi, Guru Bahasa Indonesia 8 formasi, dan Guru Penjasorkes 11 formasi. Dari 99 formasi yang dibuka, hanya spesialis paru yang tidak ada pendaftarnya.