Selasa, 25 September 2018 14:51

Siap-siap, 'Gepeng' Bakal Kena Razia Satpol PP

Reporter : Fery Bangkit 
Sejumlah 'gepeng' yang Ditertibkan Satpol PP di Kota Cimahi Beberapa Waktu Lalu
Sejumlah 'gepeng' yang Ditertibkan Satpol PP di Kota Cimahi Beberapa Waktu Lalu [Fery Bangkit/limawaktuid]

Limawaktu.id,- Keberadaan 'gepeng' seperti gelandangan dan pengemis di Kota Cimahi dianggap mengganggu ketertiban jalan umum.

Hal tersebut dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Cimahi, Dadan Darmawan saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Selasa (25/9/2018).

Baca Juga : Jauh-jauh Ngemis dari Garut ke Cimahi Demi Istri Hamil, Amat pun Diciduk Satpol PP

"Kalau dari kacamata kami, jelas menganggu ketertiban. Masyarakat perna komplain," kata Dadan.

Berdasarkan catatan Dinas Sosial Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi, jumlah gelandangan di Cimahi mencapai 38, pemulung sebanyak 68 dan pengemis enam orang.

Baca Juga : Sebatang Rokok yang Bikin Orang Gila di Cimahi Tertarik Diangkut Satpol PP

Selain 'gepeng', pengamen juga dianggap mengganggu ketertiban umum. Bahkan, kata Dadan, pengamen yang memaksa meminta kepada masyarakat, seperti dalam angkutan umum atau angkot.

Dadan melanjutkan, ke depan pihaknya akan melakukan penertiban sebagai bagian dari tugas Satpol PP. Namun, pihaknya terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan DinsosP2KBP3A.

Baca Juga : Dinsos KBB Terus Jaring 'Gepeng' di Wilayah Bandung Barat

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan segera tertibkan. Kita akan menyesuaikan jadwal," ujar Dadan.

Diakui Dadan, dari penertiban yang pernah dilakukan sebelumnya, 'gepeng' ini kerap muncul lagi dijalanan. Domisili 'gepeng' sendiri ada yang berasal dari Kota Cimahi, ada juga dari luar Cimahi.

"Pengalaman kita berimbang. Ada juga orang Batujajar, Cililin," terangnya.

Dikatakan Dadan, tugas pihaknya sendiri hanya untuk melakukan penertiban. Sedangkan penanganan selanjutnya menjadi kewenangan DinsosP2KBP3A.

Terpisah, Sekretaris DinsosP2KBP3A, Yunita R Widiana mengatakan, pihaknya kerap melakukan pembinaan terhadap para Penyandang Masalah Kesejahtraan Sosial (PMKS). Termasuk pengemis, pemulung dan gelandangan.

"Kalau pembinaan iya pasti kita lakukan. Kita kerja sama dengan Satpol PP juga," tutur Yunita.

Untuk pembinaannya kepada para 'gepeng', lanjut Yunita, pihaknya hanya memberikan rujukan saja. Misalnya, diikutsertakan dalam pelatihan keterampilan di panti sosial.

"Kalau pengemis dan pemulung kita rujuk. Misal ikut pelatihan keterampilan," ucapnya.

Baca Lainnya