Senin, 22 Januari 2018 15:11

Sertifikasi Tanah di Cimahi Tak Capai Target, Begini Dalih BPN Kota Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Penyerahan sertifikat tanah program PTSL oleh Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna.
Penyerahan sertifikat tanah program PTSL oleh Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna. [Limawaktu]

Limawaktu.id,– Realisasi sertifikasi tanah yang dikelola Badan Pertanahan (bpn) Kota cimahi tahun 2017 tidak mencapai target yang ditetapkan. Dari 40 ribu bidang tanah yang ditargetkan, hanya sekitar 18.631 tanah yang berhasil disertifikasi.

Kepala BPN Kota Cimahi Roni Alex Woruntu menjelaskan, tidak terealisasinya target sertifikasi tanah di Kota CImahi disebabkan belum bisa membuktikan kepemilikan tanah secara tertulis dan pemilik tanah yang tidak menatap di Cimahi.

“Sebagian masyarakat menyatakan bahwa tanah itu dimiliki secara lisan. Ada juga karena pemiliknya tidak berada di Cimahi,” jelasnya saat ditemui usai penyerahan sertifikasi tanah hasil Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (ptsl) di Gedung Technopark Cimahi. Jalan Raya Baros, Senin (22/1/2018).

Dari total sekitar 18.631 yang disertifikatkan, sekitar 8.551 sertifikat belum bisa diserahkan kepada pemiliknya lantaran ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi.

Sementara sertifikat tanah hasil PTSL telah dibagikan sebanyak 2.499 bidang tanah. Sedangkan yang siap diserahkan mencapai 6.575 sertifikat tanah.

Diklaimnya, total keseluruhan bidang tanah di Kota Cimahi yang telah disertifikatkan mencapai 90 ribu bidang tanah, dari total sekitar 120 ribu bidang tanah yang ada di Kota Cimahi.

“Diharapkan 2018 ini semua tanah yang belum bersertifikat itu, kita sertifikatkan,” pungkasnya.

Baca Lainnya

papit uya
papit uya

assallamualaikum program sertifikat geratis bagi masyarakat atau PTSL hendaknya jngn hanya di pandang satu sisi, ada sisi lain yg harus jd pertimbangan yg mungkin bnyk orang tdk tau, pernahakah terfikir oleh bpk2 yg bijaksana yg duduk manis di belakang meja, yg hanya tau di kejar target oleh atasan2 bpk2 pejabat. bagaimana juru ukur di lapangan bekerja? pernahkah terfikir berpa banyak juru yg ada di BPN kita cimahi atau kantor2 ATR BPN yg ada di kota2 lainya? yg sy tau juru ukur di setiap kantor ATR BPN jumlahnya antara 10-20 orang, jika setiap kota di targetkan pembuatan sertifikat puluhan ribu bidang di bagi juru ukur yg ada dan di bagi dngn 3bln penugasan, berapa bidang perhari yg harus di ukur oleh seorang juru ukur & pembantu ukur? silahkan bpk2 lihat berpa lama sorajg juru ukur melakukan pengukuran perbidang? jika 1 bidang di ukur dngn rata2 wktu 20mnt, dlm 1 hari berapa bnyk yg bisa di kerjakan? blm di tambah dngn masyarakat yg tdk koopratif atau cerewet.... atau cuaca yg tdk bersahabat, sementara mereka di bawah tekanan target, yg jumlahnya ribuan setiap tim, pdhl 1tim hanya berjumlah 2 orang, juru ukur & pembantu ukur, bagi sy ini adalah program yg tdk manusiawi dan sangat memaksakan, blm lg dr aspek hukum, bpk2 tanya ke kntr BPN setempat, Umumnya pembuatan sertifikat dr tanah mentah itu brp lama & kenapa harus lama... .silahkan cari tau sendiri ya .....

16 Desember 2018 16:46 Balas

papit uya
papit uya

dan ketika sertifikat di bagikan oleh bpk. presiden jokowidodo, bpk.presidenlah yg di sanjung2... maaf ya pk. sy bukan politikus atau anggota partai, sy hanya juru ukur lepas yg mencurahkan isi hati

16 Desember 2018 16:52

Wida Rosilawati
Wida Rosilawati

Assalamualaikum, punten bade tumaros upami sertifikat Cigugur tengah tos beres? Ma enya tos sataun langkung te acan beres wae, Mentang2 sertifikat gratis.

30 Oktober 2018 5:42 Balas