Jumat, 10 Juni 2022 21:15

Sering Kebanjiran, Warga Komplek Taman Bunga Geruduk Kantor Desa Cilame

Reporter : Bubun Munawar
Puluhan warga mendatangu Kantor DEsa Cilame mengadu persoalan banjir,Jum;at (10/6/2022)
Puluhan warga mendatangu Kantor DEsa Cilame mengadu persoalan banjir,Jum;at (10/6/2022) [Istimewa]

Limawaktu.id,- Saluran drainase yang rusak juga di lingkungan warga kompleks Taman Bunga Cilame di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berimbas pada sering terjadinya banjir di wilayah tersebut serta mengganggu aktivitas anak sekolah diwilayah tersebut. Buntutnya, warga mendatangi Kantor Desa Cilame untuk menyampaikan aspirasinya.

Menurut Dadang, salah seorang perwakilan warga, banjir sangat dirasakan oleh warga di RT 7, 10, 11, 12, semuanya di RW 23, dan yang terparah parah dialami  warga di RT 7 karena jadi muara pembuangan air," katanya, saat mendatangi kantor Desa Cilame, Jumat (10/6/2022).

Diakatakannya,  persoalan ini sudah disampaikan sejak 1,5 bulan lalu namun tidak ada tanggapan sama sekali dari pihak-pihak terkait. Warga yang merasa aspirasinya tidak ditanggapi akhirnya memutuskan untuk datang langsung ke kantor desa.

Tuntutan warga, kata dia, adalah meminta pihak aparat desa untuk berkoordinasi dengan PT KCIC, WIKA, dan para pengembang perumahan di sekitar kompleks Taman Bunga Cilame, dinas terkait dari Pemda KBB.

“Kami ingin ada perbaikan drainase yang rusak dan terus tergerus air sehingga berpotensi menimbulkan longsor,” jelasnya.

Banjir juga diduga karena selain pembangunan kereta cepat kehadiran perumahan Eco Living juga imbasnya ke kompleks Taman Bunga. Sebab kawasan itu dulunya adalah kebun dan daerah resapan air, namun sekarang dibangun rumah, makanya harus dicek izinnya terkait analisis dampak lingkungannya.

Sekretaris Desa Cilame, Yayat Ruhiyat menyebutkan, keluhan warga itu sudah diteruskan oleh desa ke berbagai pihak terkait termasuk ke pihak PT KCIC. Namun memang belum ada respons sehingga pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan panjang lebar ke warga.

"Kita menerima aspirasi warga dan ke depan akan memprioritaskan bagaimana untuk segera mencari solusi untuk perbaikan drainase dan sekolah, agar aktivitas belajar siswa tak terganggu," jelasnya.

Baca Lainnya