Selasa, 12 Februari 2019 18:50

Sejauh Mana Dampak Keberadaan Bank Samici di Cimahi?

Reporter : Fery Bangkit 
Bank Samici, Jalan Usman Domiri, Padasuka, Kota Cimahi, Selasa (12/2/2019).
Bank Samici, Jalan Usman Domiri, Padasuka, Kota Cimahi, Selasa (12/2/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Sampah merupakan permasalahan di Kota Cimahi. Terlebih lagi, kota kecil ini tak memiliki Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).

Per harinya, volume sampah yang dihasilkan dari Kota Cimahi mencapai 200-300 ton. Sementara yang bisa diangkut ke TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat hanya sekitar 200 ton per hari. Artinya, masih ada 100 ton sampah yang tertumpuk di Kota Cimahi.

Baca Juga : Di Bank Samici, Sampah Bisa jadi Duit Rp 20-30 Juta/Bulan

Untuk mengurangi tumpukan sampah itu, berbagai upaya sudah dilakukan. Salah satunya dengan adanya Bank Induk Sampah Cimahi (Samici). Bank itu merupakan tempat pengelolaan sampah anorganik.

Direktur Bank Samici Kota Cimahi, Warso Wijaya mengakui, keberadaan Bank Samici ini bisa menjadi solusi atas tumpukan sampah di Kota Cimahi. Meski tak terlalu banyak, tapi sedikitnya bisa mengurangi beban pengangkutan sampah ke TPAS Sarimukti.

"Belum tinggi, di bawah 10 persen. Makannya kita terus sosialisasi," katanya saat ditemui di Bank Samici, Jalan Usman Domiri, Selasa (12/2/2019).

Per harinya, Bank Samici mampu mengolah sampah 1-2 ton dari semua jenis sampah anorganik. Adapun jenis sampah tersebut, di antaranya plastik 29 jenis, logam 14 jenis, kertas 12 jenis, kaca diklasifikasi jadi tiga jenis, jenis barang elektronik tiga jenis, dan yang lainnya ada 5 jenis. 

Tak hanya sekedar sampah, namun sampah itu bisa jadi. Per bulannya, mencapai Rp 20-30 juta yang dihasilkan dari seluruh nasabah. Uang ini jadi tabungan atas kepemilikan para nasabah Bank Mandiri yang mencapai 1.500 rekening.

Rinciannya, 1.250 nasabah perorangan dan sekitar 250 nasabah unit, seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat dan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi. Jumlah nasabah itu cenderung bertambah.

"Iya dengan adanya ini setidaknya bisa mengurangi volume sampah dan mengubah prilaku masyarakat bahwa sampah bisa diubah jadi uang," tandasnya.

Baca Lainnya