Selasa, 8 Mei 2018 17:48

Sebatang Rokok yang Bikin Orang Gila di Cimahi Tertarik Diangkut Satpol PP

Reporter : Fery Bangkit 
Trik petugas Satpol PP, merayu dengan mengiming-imingi sebatang rokok agar orang gila mau diajak masuk ke dalam truk milik Satpol PP.
Trik petugas Satpol PP, merayu dengan mengiming-imingi sebatang rokok agar orang gila mau diajak masuk ke dalam truk milik Satpol PP. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Sekitar 10 orang yang mengalami gangguan jiwa 'orang gila liar' diamankan Satpol PP Jawa Barat dan Satpol PP Kota Cimahi dalam Operasi Wibawa Praja pada Selasa (8/5/2018).

Selain orang gila, petugas Satpol PP juga mengamankan puluhan gepeng atau pengemis, anak jalanan (anjal), pengamen, serta banci.

Baca Juga : Jauh-jauh Ngemis dari Garut ke Cimahi Demi Istri Hamil, Amat pun Diciduk Satpol PP

Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas Satpol PP dibagi ke dalam dua regu. Ada yang menyusuri jalan protokol di wilayah Utara dan Tengah, serta ada yang menyasar wilayah Selatan.

Dalam penanganan terhadap orang gila, ada berbagai trik petugas Satpol PP untuk merayu agar orang gila mau diajak masuk ke dalam truk milik Satpol PP. Di antaranya mengiming-imingi dengan sebatang rokok.

Dengan sebatang rokok tersebut, mereka tertarik dan mau ikut diangkut. Para orang dengan gangguan jiwa, serta para gepeng, anjal, pengamen dan banci atau yang termasuk ke dalam Penyandang Masalah Kesejahtraan Sosial (PMKS) itupun dikumpulkan di Plaza Rakyat Cimahi (PRC), Jalan Rd. Demang Hardjakusumah.

Kepala Seksi Operasi Satpol PP Jawa Barat, Agus mengatakan, Operasi Wibawa Praja ini dilakukan dengan maksud untuk meningkatkan ketentraman dan ketertiban umum di Jawa Barat, termasuk di Kota Cimahi.

"Ini bentuk sinergitas antara Satpol PP Jawa Barat dan Kota Cimahi untuk menciptakan ketentraman dan ketertiban umum," katanya saat ditemui di PRC, Selasa (8/5/2018).

Dikatakannya, mereka yang terjaring operasi kali ini dilakukan pendataan oleh Dinas Sosial Jawa Barat dan Kota Cimahi. Selanjutnya, diberikan pengarahan dan pembinaan.

"Kalau memungkinkan, kita akan rekomendasikan untuk ditampung di panti milik Dinas Sosial," ujar Agus.

Menurut catatan Dinas Kesehatan Kota Cimahi hingga tahun 2017, jumlah odgj di Kota Cimahi mencapai 492 jiwa. Jumlah tersebut tidak termasuk yang berkeliaran di jalanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, drg. Pratiwi menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan orang mengalami gangguan jiwa.

Di antaranya faktor genetik atau keturunan, faktor ekonomi, faktor sosial budaya dan lingkungan, faktor cacat kongenital, faktor jasmaniah, kesenjangan antara harapan dan kenyataan, faktor tempramen atau peluapan emosi yang berlebihan.

"Dan faktor pendidikan," ucap Pratiwi.

Untuk menyembuhkannya, terang Pratiwi, orang yang terindikasi mengalami gangguan jiwa itu harus diperikan, kemudian diberikan penanganan dan pemberian obat.

"Yang paling penting itu jangan putus diberikan obat," tandasnya.

Baca Lainnya