Senin, 8 April 2019 18:04

Saksi Mata Soal Kebakaran Toko Bersaudara:Awalnya Main Kembang Api, Terus Kena Bensin dan Meledak

Reporter : Fery Bangkit 
Kebakaran Terjadi Di Jalan Sentral, RT 02/04, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (08/4/2019).
Kebakaran Terjadi Di Jalan Sentral, RT 02/04, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (08/4/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Saksi mata, Muhammad Dzaki Kustiawan (16) menuturkan, kebakaran yang melahap tiga tempat usaha di Jalan Sentral, RT 02/04, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi itu berasal dari kembang api.

Peristiwa kebakaran itu terjadi Senin (8/4/2019) sekitar pukul 15.00 WIB. Luas area yang terbakar sekitar 150 meter yang terdiri dari bengkel, salon dan souvenir yang dimiliki tiga bersaudara. Puluhan motor dan beberapa barang di salon serta toko souvenir hangus terbakar.

Baca Juga : Lilin Maut di Cimahi, Begini Imbauan PLN Area Cimahi

"Awalnya itu A Lutfi (pemilik bengkel) mau sambungin kaca mata, pake batang kembang api. Pas udah beres, gak tau iseng atau sisa kembang api itu dibakar, percikannya apinya kena bensin," tutur Dzaki saat ditemui di lokasi.

Pemilik dan orang di sekitarnya sempat mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Sebab area bengkel dipenuhi barang mudah terbakar, akhirnya api itu dengan cepat membesar dan menjalar ke dua toko lainnya serta sedikit bangunan di belakang bengkel.

Baca Juga : Jumlah Kebakaran di Tahun ini meningkat di Cimahi

"Pas apinya nyala, posisi saya udah di luar tapi kelihatan. Ada 5 (enam) kali suara ledakan. A Lutfi kena luka bakar," terangnya.

Sementara itu, pemilik toko souvenir, Abdul Azis (40) mengatakan, sesaat sebelum kejadian, aktifitas di tiga tempat wirausaha itu berlangsung normal. Namun, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari arah bengkel.

Baca Juga : Kebakaran di Cimahi: Satu Terluka, Beberapa Motor Hangus Terbakar

"Waktu itu saya mau shalat Ashar, tiba-tiba perasaan saya gak enak. Tiba-tiba api udah nyala," ucapnya.

Dikatakannya, orang-orang yang ada di sekitar toko sempat mencari pertolongan pertama dengan meminjam APAR ke salah satu minimarket. Namun, api cepat membesar dan tak bisa dipadamkan dengan alat seadanya.

"Iya kalau motor di bengkel habis semua milik konsumen. Terus barang-barang toko souvenir juga kebakar," tandasnya.

Untuk memadamkan api, petugas Damkar Kota Cimahi menerjunkan tujuh unit pancar dan dua unit rescue. "Kami terima laporan itu sekitar pukul 15.25 WIB, dari Mako ke sini diperkirakan sekitar 15 menit karena macet dan sebagainya," kata Eri Rukmana, salah seorang petugas Damkar.

Dalam pemadaman kali ini, ada beberapa kendala yang dihadapi para personel Damkar. Di antaranya akses jalan yang kecil serta minimnya sumber air. "Ini udah 3 (tiga) kali bolak-balik ambil air. Apinya cepat membesar karena angin besar," katanya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer