Rabu, 21 Februari 2018 18:21

SAIIG Perpanjang Kerja Sama, Pemkot Cimahi Targetkan 5.000 SR Tersambung IPAL

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna saat ditemui di Kelurahan Pasirkaliki, Cimahi Utara, Kota Cimahi, Rabu (21/2/2018).
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna saat ditemui di Kelurahan Pasirkaliki, Cimahi Utara, Kota Cimahi, Rabu (21/2/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Pemerintah Kota cimahi menargetkan 5.000 Sambungan Rumah (SR) di Kota Cimahi bisa tersambung ke dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (ipal).

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna memastikan, pembangunan IPAL di Kota Cimahi akan menggunakan dana hibah program Australia-Indonesia Infrastructure Grant for Sanitation (saiig).

Baca Juga : Kerjasama Kota Cimahi-Australia Bakal Diperpanjang

"Hibah IPAL ini ditargetkan bisa memenuhi kebutuhan sanitasi untuk 5.000 sambungan rumah," katanya saat ditemui di Kelurahan Pasirkaliki, Cimahi Utara, Kota Cimahi, Rabu (21/2/2018).

Khusus RW 8 Kelurahan Pasirkaliki, sistem IPAL-nya multifungsi. Sebab menggunakan sistem IPAL terpadu, sedangkan di atasnya dipakai untuk jalan. IPAL terpadu tersebut ini bisa dimanfaatkan oleh 300 sambungan rumah.

Baca Juga : Bule Australia Bicara Kendala Bangun IPAL di Cimahi

"Tidak hanya disini yang kita bikin, karena itu tadi, target 2020 semua wilayah di Cimahi harus memiliki sanitasi yang baik. Untuk sekarang, progres yang sudah terbangun itu sekitar untuk 2.500 sambungan rumah," klaim Ajay.

Diakuinya masih ada kendala yang dihadapi Pemerintah Kota Cimahi dalam pembangunan sanitasi ini, diantaranya penolakan dari sejumlah warga dan lahan yang terbatas.

"Ada satu atau dua orang yang menolak. Tergantung bagaimana pemerintah bisa mempengaruhi masyarakat agar mau menerima program ini. Selain itu soal lahan yang sulit untuk pembangunan sanitasi kami berupaya dan percaya yakin bisa menemukan solusinya," ucap Ajay.

Ajay merasa di atas angin lantaran Cimahi sendiri merupakan satu dari lima kota yang memiliki track record bagus dalam pembangunan program SAIIG kerjasama dengan Pemerintah Australia ini.

"Untuk itu, jangan sampai kalau kerjasamanya sudah berhenti, tidak ada pembangunan IPAL lagi. Semakin bagus pembangunan IPAL dan sanitasinya dan semakin banyak sambungan rumah, nanti Cimahi bisa mencapai akses universal," pungkasnya.

Baca Lainnya