Minggu, 24 September 2017 18:03

Rumah Nyaris Roboh Milik Dodo Kerap Dimasuki Ular

Reporter : Fery Bangkit 
Kondisi rumah milik Dodo warga RT 04/05 Kelurahan Cipageran yang nyaris roboh
Kondisi rumah milik Dodo warga RT 04/05 Kelurahan Cipageran yang nyaris roboh [limawaktu dok]

Limawaktu.id,- Rumah milik Dodo Wahyudi (42) di Kp. Mulyasari, Blok Toge, RT 04/05 Kel. Cipageran, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi nyaris ambruk.

Bahkan, bagian dinding rumahnya yang berukuran 6x3 meter sudah tampak jebol, akibat pondasi dan kontur tanah yang keropos.

Kondisi tersebut jelas sangat mengkhawatirkan Pak Dodo, yang tinggal bersama istrinya Neni Triani (40) serta ketiga anaknya. Bisa saja sewaktu-waktu rumah tersebut benar-benar ambruk semua.

Pasalnya, berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (24/9/2017), kondisi dinding bagian belakang sudah jebol dan ditutup hanya dengan sehelai kain terpal. Sementara dinding disebelahnya sudah terlihat retakan.

Kondisi semakin mengkhawatrikan dengan posisi rumah berukuran 56 meter atau sekitar 4 tumbak itu terletak di samping tebing.

Dodo menuturkan, kondisi tersebut sudah terjadi sekitar sebulan lalu. Ia khawatir bila tak segera diperbaiki, rumahnya akan ambruk semua.

“Sekitar 27 Agustus kejadiannya. Pondasinya gak kuat. Saya khawatir roboh semua,” ujarnya, saat ditemui di lokasi, Minggu (24/9/2017).

Dia membeberkan, sejak pertama musibah menimpa rumahnya, pihak Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi dan aparat setempat sudah meninjau rumahnya.

Bahkan, kata Dodo, pihak BPBD menjanjikan akan memperbaiki kondisi rumahnya tersebut. Namun, hampir sebulan berjalan, belum ada realisasi dari instansi milik Pemerintah Kota Cimahi tersebut.

“Pernah nanya lewat what's up milik tokoh di sini soal keputusannya. Katanya mau dibenerin, tapi belum juga. Katanya nunggu SK (Surat Keputusan) kerja,” beber Dodo.

Dodo melanjutkan, kondisi rumahnya saat ini sama sekali tak membuat keluarganya tenang. Pasalnya, rumahnya kerap dimasuki ular melalui lubang.

“Ular sempet masuk, yang kecil mah sering, yang besar juga pernah. Ketemunya pas pagi-pagi. Bahkan istri saya pernah nginjek yang kecil,” tuturnya.

Dodo, yang hanya merupakan Buruh Bangunan, berpengasilan sekitar Rp 100 ribu/hari, itupun tak menentu, berharap, pihak pemerintah segera merealisasikan ucapannya untuk memperbaiki rumahnya.

Rano (40), Sesepuh RT 04/05 Kel. Cipageran menuturkan, dia kerap menanyakan perkembangan perkembangan ruma milik Pak Dodo kepada BPBD Kota Cimahi melalui pesan singkat.

“Sebulan gak ada perkembangan. Katanya secara teknis sudah ada buat bangunan, cuma menunggu surat dari tim teknisnya,” jelasnya. (kit)