Selasa, 11 September 2018 14:50

Rumah Jagal Hewan di Cimahi Terbengkalai, Pegiat Heritage: Pemkot Cimahi Kebingungan

Reporter : Fery Bangkit 
Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Di Jalan Sukimun, RT 03/04 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Di Jalan Sukimun, RT 03/04 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. [Fery/limawaktuid]

Limawaktu.id, - Pegiat Wisata Heritage Cimahi menyayangkan terbengkalainya Rumah Potong Hewan (RPH) di Jalan Sukimun, Baros, Kota Cimahi.

Seperti diketahui, rumah jagal hewan peninggalan Belanda tersebut saat ini kondisinya sudah rusak parah. Bangunan bersejarah tersebut dibiarkan lapuk dan tak tersentuh perbaikan.

Baca Juga : RPH Baros, Heritage Yang Terbengkalai

Pegiat Heritage Kota Cimahi, Iwan Hermawan mengatakan, belum tersentuhnya RPH tersebut bisa saja lantaran Pemerintah Kota Cimahi masih kebingungan soal peruntukan rumah jagal hewan tersebut.

"Iya sangat disayangkan. Hanya seperitnya mereka (Pemkot Cimahi) juga kebingunan mau dibuat apa mau dibikin apa," kata Iwan saat dihubungi via sambungan telepon, Selasa (11/9/2018).

Baca Juga : Rumah Jagal Hewan Terbengkalai di Cimahi Ternyata Nilai Asetnya Capai Rp 4 Miliar

RPH merupakan aset milik Pemerintah Kota Cimahi. Namun tahun 2011 aset tersebut dipindah kelolakan kepada Perusahaan Daerah Jati Mandiri (PDJM) melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2011. Tapi sayang aset tersebut dibiarkan begitu saja.

Kemudian, dalam rangka mengembalikan aset, termasuk RPH, Pemerintah Kota Cimahi saat ini tengah merevisi Perda tersebut. Setelah Perda selesai, maka aset itu akan dikembalikan dan pengelolaan penuh menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Cimahi.

Baca Juga : Nasib Rumah Jagal Hewan di Cimahi Tunggu Hasil Kajian

Menurut Iwan, kemungkinan untuk dibuat lagi rumah jagal hewan sangat sulit. Jika aset sudah dikembalikan lagi ke Pemerintah Kota Cimahi, kata dia, tinggal bagaimana mencarikan perunutkan yang tepat bagu bangunan bersejarah seperti RPH.

"Bisa saja dibuatkan kawasan atau tempat perekonomian kekinian tapi tanpa merubah heritagenya," ujarnya.

Baca Lainnya