Jumat, 2 Februari 2018 10:46

RSJ Cisarua: Keluarga Penyimpan Mayat di Cimahi Alami Gangguan Jiwa

Reporter : Fery Bangkit 
Neneng Hatidjah dan anaknya beserta warga RT 07/17 Kelurahan Melong.
Neneng Hatidjah dan anaknya beserta warga RT 07/17 Kelurahan Melong. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Neneng Katidjah (74) dan dua anaknya, Erna Hendrasari (48) serta Deni Rohmat (43) dinyatakan mengalami gangguan jiwa. Ibu dan kedua anaknya mendapat penanganan kejiwaan di tempat yang berbeda.

Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua, dr. Riza Putra saat ditemui di RSJ Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (1/2/2018).

"Kita masukan sekarang, 40 hari itu ada ruangan yang kita sebut rawat jiwa intensif," ucap dr. Riza.

Seperti diketahui, selama sekitar dua tahun, Neneng dan dua anaknya itu hidup bersama jasad suaminya, Nanung Sobana (85) dan anak sulungnya, Hera Sri Herawati (50). Dua jasad itu hanya tinggal kerangka.

dr. Riza menjelaskan, kondisi Erna dan Deni tidak bisa ditanya dan menarik diri. Selain itu, keduanya cenderung merasa takut dan negavistic. Atas permasalahan tersebut, keduanya dilakukan penanganan secara komprehensif.

"Selain kita berikan obat yang tepat, terapi yang tepat, juga diberikan psikoterapi kepada yang bersangkutan," terangnya.

Sementara sang ibu, Neneng menjalani perawatan di Rumah Sakit Dustira. Meski tidak mendapat pemeriksaan di RSJ, terang Riza, kondisi Neneng memang mengalami gangguan kejiwaan.

Pertama, Neneng mengalami gangguan pikiran seperti halusinasi suara-suara yang sebenarnya bukan suara. Kedua, gangguan emosional seperti adanya paham atau keyakinan mendapat tugas dari Tuhan, tugas dari seseorang, tugas dari orang tua, dan lainnya yang tidak ada tetapi dirinya meyakini adanya. Dan ketiga adanya gangguan psikomotorik seperti gelisah berlebihan, histeris, serta pengaruh halusinasi lainnya.

"Dan itu kita melihat tiga gejala itu yang pokok, tapi saya gak tau yang mana yang menonjol pada si ibunya," katanya.

Terkait gangguan kejiwaan yang menimpa seluruh anggota keluarga, ia menyebutkan, berdasarkan etiologi gangguan jiwa salah satunya mengatakan bahwa, gangguan kejiwaan bisa diturunkan melalui faktor genetika meskipun angkanya sangat kecil sekali dikarenakan penyebab terbesarnya dari perilaku dan pikiran.

"Yang lebih (salah satu penyebab utama gangguan kejiwaan) adalah pola asuh atau stress misalnya, seperti itu," pungkasnya.