Rabu, 30 Januari 2019 17:22

Rp 50 Miliar untuk Underpass Sriwijaya Masih Kurang, Maunya Berapa?

Reporter : Fery Bangkit 
Kemacetan Di Jalan Dustira Menuju Jalan Sriwijaya, Kota Cimahi.
Kemacetan Di Jalan Dustira Menuju Jalan Sriwijaya, Kota Cimahi. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Duit sebanyak Rp 50 miliar yang didapat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat nyatanya tak akan cukup untuk membangun underpass Sriwijaya, Kota Cimahi.

Pasalnya, berdasarkan hasil kajian perencanaan Detail Engineering Design (DED) yang dilakukan tahun 2018, biaya pembangunan fisik diestimasikan mencapai Rp 80 miliar. Artinya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi masih butuh Rp 30 miliar lagi.

Baca Juga : Dua Tahun Berkutat dengan Perencanaan Underpass Sriwijaya, 2020 Baru Fisik

"Bantuan provinsi itu Rp 50 miliar namun kebutuhan berdasarkan kajian kurang lebih Rp 80 miliar," terang Kepala Bidang Bina Marga pada DPUPR Kota Cimahin, Wilman Sugiansyah saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Rabu (30/1/2019). Dikatakannya, Estimasi anggaran Rp 80 miliar itu belum termasuk untuk pemenuhan biaya konsultan kontruksi dan proses lainnya.

Untuk menutupi kekurangannya, itu masih dibahas Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Cimahi. Termasuk mengkaji pengajuan bantuan ke pemerintah pusat. "Kekurangan anggaran sedang dipikirkan oleh TAPD untuk penanganannya," ucapnya.

Baca Juga : PT KAI Daop II Bandung Dorong Pemerintah Segera Realisasikan Dua Underpass di Cimahi

Pembangunan underpass Sriwijaya itu rencananya bakal dimulai tahun ini. Tapi, baru tahapan pengajuan izin ke Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dan PT KAI. Sementara fisik kemungkinan bakal dilaksanakan tahun depan.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer