Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana
Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana [Foto Istimewa]
News

Risiko Penularan COVID-19 di Cimahi Turun, Tapi Jangan Senang Dulu!

Cimahi - Risiko penularan COVID-19 di Kota Cimahi mengalami penurunan dari zona merah menjadi zona orange. Artinya, penularan virus korona di Kota Cimahi menjadi sedang dengan skor 2,03.

"Status Kota Cimahi sekarang orange, artinya risiko penularannya sedang," kata Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat ditemui di Pemkot Cimahi, Rabu (2/12/2020).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, kasus COVID-19 yang terlaporkan sampai saat ini mencapai 1.173 orang. Sebanyak 379 orang di antaranya masih terkonfirmasi aktif, baik yang dirawat di rumah sakit maupun menjalani isolasi mandiri.

Sementara angka kesembuhannya sudah mencapai 762 orang, dan meninggal bertambah menjadi 31. Kasus COVID-19 sendiri di Kota Cimahi mengalami lonjakan dalam sebulan terakhir, hingga statusnya sempat bertahan dua minggu pada zona merah atau kategori risiko tinggi penularan virusnya.

"Kita zona merah selama dua minggu. Mudah-mudahan kasusnya semakin berkurang," ujar Ngatiyana.

Meski kategorinya saat ini masuk risiko sedang, lanjut Ngatiyana, kondisi saat ini masih belum aman mengingat pandemi COVID-19 masih berlangsung. Untuk itu, pihaknya mengingatkan masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dari mulai memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak hingga menjaga imun tubuh. "Biar kasusnya tidak meningkat lagi, kita tekankan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Itu harus dilakukan biar terhindar dari COVID-19," imbuhnya.

Pihaknya, beber Ngatiyana, bakal terus mengaktifkan patroli penerapan protokol kesehatan. Termasuk ketika memasuki libur panjang akhir tahun. Ia tak ingin kejadian libur panjang beberapa waktu terulang dimana setelahnya ada lonjakan kasus.

Untuk itu, Ngatiyana juga menekankan semua elemen masyarakat untuk tidak memaksakan menikmati libur panjang ke luar kota. Begitupun dari luar daerah agar tidak memaksakan ke Kota Cimahi.

"Kita tekankan diam saja di tempat (Cimahi), kecuali ada urusan yang krusial. Kemudian kalau mau datang ke Cimahi bawa hasil rapid atau swab test," pungkasnya.
 
 
 

Baca Lainnya