BNN Kota Cimahi Tengah Menyampaikan Penanganan Penyalagunaan Narkotika Tehadap Guru BK Sekolah di Kota Cimahi
BNN Kota Cimahi Tengah Menyampaikan Penanganan Penyalagunaan Narkotika Tehadap Guru BK Sekolah di Kota Cimahi [Fery Bangkit]
News

Ribuan Pelajar Cimahi Konsumsi Narkoba, BNN Gulirkan NARSIS

Limawaktu.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota cimahi terus menggalakan program Pencegahan Sekunder Berbasis Sekolah atau disebut NARSIS. Program itu dilakukan untuk menangani penyalahguna narkotika di kalangan pelajar.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil survey BNN dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ditahun 2018, diperkirakan jumlah penyalahgunan narkotika pemula atau new user pada kalangan pelajar mencapai 1.909 orang.

"Program ini akan fokus pada menanggulangi kasus yang ada dan akan lebih difokuskan pada kasus coba pakai," kata Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Cimahi, Samsul Anwar saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (7/10/2019).

NARSIS merupakan inovasi pelayanan terbaru dari BNN Kota Cimahi, dan bagian tak terpisahakn dari program Bersinar atau Bersih dari Narkoba. "Program ini akan sangat strategis mengingat ini merupakan hal baru dan sangat memungkinakan akan dijadikan model intervensi dan direplikasi di seluruh Indonesia," jelas Samsul.

Untuk menjalankan program NARSIS sebagai salah satu upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar, kata Samsul, pihaknya sudah menjajaki kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Cimahi dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang ada di Kota Cimahi serta sekolah-sekolah.

Dikatakan Samsul, dalam pencegahan ini, pihaknya akan memanfaatkan keberadaan
guru Bimbingan Konseling (BK). Sebab, peran mereka sangat penting untuk mengintervensi penyalahgunan narkotika di kalangan pelajar yang sudah terdata. "Untuk itu kami sudah melakukan Bimtek (Bimbingan Teknis) ke guru BK supaya mereka bisa menaganinya di sekolah," ujarnya.

Ia menjelaskan, yang disampaikan kepada guru BK adalah cara mengenali dan mengidentifikasi pelajar yang terindikasi menyalahgunakan narkoba. Jika pelajar masih dalam kategori sedang atau new user, maka akan dibina langsung oleh guru BK yang sudah diberikan pemahaman oleh BNN.

"Yang risiko sedang di-treatmen oleh guru BK dengan terapi singkat. Bisa sampai 4 kali pertemuan. Sementara kalau yang berat itu tidak bisa diintevensi, berarti harus dirujuk ke lembaga rehabilitasi," terangnya. 

 

Baca Lainnya

Topik Populer