Selasa, 3 November 2020 15:11

Ribuan Ibu Melahirkan Tahun ini, Cimahi Makin Padatkah?

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi ibu melahirkan
ilustrasi ibu melahirkan [Net]

Cimahi - Angka kelahiran hidup di Kota Cimahi cukup tinggi. Tercatat ada 7.669 ibu yang terdata Dinas Kesehatan (Dinkes) yang melahirkan sejak Januari sampai September 2020. 

Data tersebut merupakan laporan dari 13 Puskesmas se-Kota Cimahi. Belum termasuk data warga yang melaporkan kelahiran di luar Kota Cimahi, klinik swasta dan fasilitas kesehatan lainnya.

"Cukup tinggi itupun yang terdata di Puskesmas. Belum yang melahirkan di luar Cimahi, di klinik swasta yang tidak masuk data kita," ungkap Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Kota Cimahi, Dikke Suseno, Selasa (3/11/2020).

Diakui Dikke, angka kelahiran tersebut sedikitnya berpengaruh terhadap kepadatan penduduk di Kota Cimahi. Sebab otomatis mereka terdata langsung sebagai warga yang memiliki identitas di kota administratif ini.

Seperti diketahui, Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat yang dimuat dalam e-book 'Provinsi Jawa Barat dalam Angka 2020', Kota Cimahi merupakan daerah dengan kepadatan tertinggi di Indonesia. Setiap kilometer perseginya wilayah Kota Cimahi dihuni 15.643 jiwa.

"Iya pasti sedikitnya jadi faktor penambah kepadatan penduduk di Cimahi," kata Dikke. 

Untuk permasalahan angka kelahiran ini adalah memaksimalkan program Keluarga Berencana (KB) pada Pasangan Usia Subur (PUS). Terutama penggunaan KB jangka panjang.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Dinkes Kota Cimahi, Indah Gilang Indira menambahkan, angka kelahiran bukan faktor penyebab utama kepadatan penduduk. Meskipun sedikitnya menyumbang penambahan penduduk.

"Kepadatan penduduk dipengaruhi juga angka harapan hidup dan jumlah perpindahan penduduk. Itu sangat mempengaruhi," jelasnya.

Baca Lainnya