Sabtu, 26 Mei 2018 13:40

Rehab Rumah Terdampak Bencana, BPBD Siapkan Rp 59 Juta

Reporter : Fery Bangkit 
Rumah terdampak bencana.
Rumah terdampak bencana. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Badan Penanggulangan bencana Daerah (bpbd) Kota Cimahi menyiapkan anggaran sebesar Rp59.090.513 untuk memperbaiki enam rumah warga yang terdampak bencana alam.

Anggaran tersebut diperuntukan membeli alat bangunan atau material dan upah kuli bangunan. Penyebab rumah rusak warga dikarenan terdampak bencana banjir, cuaca ekstrem, dan pelapukan serta pergeseran tanah.

Kepala BPBD Kota Cimahi, Dani Bastiani mengatakan, pihaknya menolak dikatakan menunda-nunda pemberian bantuan renovasi rumah milik masyarakat yang terdampak bencana. Hal tersebut menanggapi adanya keluhan masyarakat yang rumahnya rusak dan hampir ambruk karena pergeseran tanah, namun sudah sebulan tak kunjung diperbaiki.

"Kami sudah melakukan rapat dengan OPD terkait, dan ini harus cepat ditangani. Makanya di kami ada tindakan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, bukan saat tanggap darurat. Setelah itu kami mencoba assessment ke rumah-rumah yang terdampak bencana, dan hari ini sudah mulai di garap," jelasnya, saat ditemui di kantor BPBD Koa Cimahi, Jalan Cihanjuang, Sabtu (26/5/2018).

Menurutnya, sebelum masyarakat penerima manfaat mendapatkan bantuan renovasi rumah, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan, antara lain menerima laporan dari masyarakat, assessment, hingga penerbitan Surat Keputusan (SK) Wali Kota.

"Kita kan harus prosedural dan sesuai Standard Operational Procedure (SOP)," tegasnya.

Dani melanjutkan, sebelum menerima bantuan, pihaknya perlu memastikan apakah warga penerima manfaat akan menerima bantuan dari OPD lain atau tidak. Sebab pihaknya tidak mau ada penerima manfaat yang akan dibantu juga menerima bantuan dari OPD lainnya.

"Jangan sampai mau kita bantu, ternyata dia juga dapat Rutilahu. Kami tidak mau sampai seperti itu," terangnya.

Dani menjelaskan, durasi pemberian bantuan renovasi tergantung pengajuan dari BPBD. Pihaknya harus memastikan tanah dan bangunan milik masyarakat yang akan dibantu milik pribadi.

"Tapi yang enam bangunan ini, semuanya sudah clear, bangunan milik sendiri dan tidak bermasalah. Dalam waktu dekat siap direnovasi," pungkasnya.

Baca Lainnya