Rabu, 23 Mei 2018 16:08

Refleksi Reformasi 1998 Lewat Foto dan Dialog di Unjani Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
'Merajut Kembali Semangat Gerakan Mahasiswa 20th Reformasi di Era Milenial' di area Sasana Unjani, Cimahi pada Rabu (23/5/2018).
'Merajut Kembali Semangat Gerakan Mahasiswa 20th Reformasi di Era Milenial' di area Sasana Unjani, Cimahi pada Rabu (23/5/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Ratusan Foto-foto aksi mahasiswa saat reformasi tahun Mei 1998 dipamerkan dalam 'Merajut Kembali Semangat Gerakan Mahasiswa 20th Reformasi di Era Milenial' di area Sasana unjani, Cimahi pada Rabu (23/5/2018).

Dalam hari yang sama, dilaksanakan juga diskusi publik yang menghadirkan Arif Bawono, yang merupakan aktifis 1998, Muradi sebagai Pakar Politik, Arlan Sidha dari Dosen FISIP Unjani dan Gusman Maulana Sidiw sebagai Presiden BEM FISIP Unjani.

Foto-foto aksi saat para mahasiswa menuntut Presiden RI ke-2 Soeharto itu dilakukan bertujuan untuk mengingatkan mahasiswa di era milenial tentang perjuangan heroik para mahasiswa tahun 1998.

Selain itu, deretan foto-foto masa itu juga sebagai upaya untuk memantik semangat mahasiswa di era sekarang, yang dinilai sudah melupakan masa kejayaan dan perjuangan tahun 1998.

"Menurut saya, mahasiswa sudah mulai melupakan. Disibukan kegiatan sendiri," kata Gusman, mahasiswa sekaligus Presiden BEM FISIP Unjani.

Senada Gusman, Presidium Pena 98 Rafhael Situmorang mengatakan, kegiatan ini kerjasama antar Pena 98 dengan BEM FISIP Unjani, sebagai bentuk untuk mengingat kembali perjuangan para aktivis mahasiswa yang berjuang menyuarakan reformasi pada 1998.

"Kita ingin momen 98 diingat, dan diambil sisi positifnya. Serta yang belum dilanjutkan, diharapkan diteruskan oleh aktvis sekarang," katanya.

Kegiatan refleksi 20 tahun Reformasi ini selain digelar di Unjani, juga digelar di 11 provinsi lainnya di Indonesia, seperti di Sumater Utara, Aceh, Palembang, Jakarta, Jabar-Banten, Sulawesi Selatan dan wilayah lainnya di Indonesia.

Sementara itu Arif Bawono, aktifis 1998 mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai bahan renungan baginya dan seluruh lapisan masyarakat untuk melangkah ke depan. Generasi penerus harus punya rasa optimistis untuk melanjutkan agenda yang yang belum tuntas.

"HAM yang belum tuntas, lawan segala macam hoax. Perjuangan harus diteruskan, khususnya dari BEM Unjani," katanya.

Menurutnya, aksi perjuangan reformasi yang digalang para aktivis 98 baru sebatas menggaungkan reformasi dan menggulingkan era orde baru (Baru). Namun, masih ada agenda yang tersisa dan belum tuntas sepenuhnya, yakni HAM dan superemasi hukum.

Arif mengaku sebenarnya tidak ada perbedaan antara perjuangan mahasiswa zaman dulu dengan sekarang. Cuma kelebihannya zaman sekarang kebebasan berekspresi lebih bebas lagi. Berbeda dengan zaman dulu, yang sangat dibatasi.

"Sekarang lebih bebas. Tapi krannya harus dibuka lagi sedikit, biar informasinya terbuka benar-benar jelas," ujarnya.

Baca Lainnya