Santri pesantren Persis 31 banjaran deklarasikan komitmen anti kekerasan, bullying, dan LGBTQ, Kamis, 17 Juli 2025
Santri pesantren Persis 31 banjaran deklarasikan komitmen anti kekerasan, bullying, dan LGBTQ, Kamis, 17 Juli 2025 [Istimewa]
News

Ratusan Santri Pesantren Persis 31 Banjaran Deklarasi Anti Kekerasan

Limawaktu.id, Bandung – Ratusan Santri Pesantren Persatuan Islam 31 Banjaran menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, serta menegaskan bahwa mereka akan menjaga diri dan lingkungan dari pengaruh perilaku menyimpang seperti LGBTQ yang bertentangan dengan syariat Islam dan nilai fitrah manusia.

“Ini bukan hanya kegiatan simbolis, tapi bagian dari gerakan sadar dan pembiasaan nilai. Santri harus merasa aman untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi tanpa tekanan, tanpa kekerasan, dan tanpa gangguan moral,” ujar Ginanjar Rahman Latief, Ketua Ta’aruf dan Orientasi Pesantren Persis 31 Banjaran.

Menurut Ginanjar, deklarasi ini dilakukan dalam upaya menegaskan komitmen terhadap lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan beradab. Kegiatan ini menjadi bagian dari momentum pengukuhan santri baru sekaligus rangkaian pembentukan karakter awal tahun ajaran baru 2025–2026.

Deklarasi dibacakan serempak oleh ratusan santri di halaman utama pesantren, disaksikan langsung oleh para asatidzah, pimpinan pesantren, dan seluruh civitas akademika.

Dia menjelaskan, Islam sebagai agama rahmat tidak memberikan ruang untuk kekerasan dalam bentuk apapun. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan akhlak, punya tanggung jawab besar untuk membina, melindungi, dan menjaga kehormatan santri dari kekerasan maupun perilaku menyimpang.

Deklarasi ini juga mengandung semangat edukatif, tidak hanya melarang, tetapi mengajak seluruh pihak  baik santri, guru, maupun lingkungan sekitar  untuk saling menasihati dan mendoakan.

“Deklarasi ini adalah wujud tekad kita semua bahwa Pesantren Persatuan Islam 31 Banjaran adalah lingkungan yang menolak segala bentuk kekerasan, perundungan (bullying), dan perilaku menyimpang yang bertentangan dengan fitrah manusia dan ajaran Islam.”  Jelasnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi luas, karena dianggap selaras dengan Kementerian Agama yang beberapa tahun terakhir mendorong gerakan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) dan penguatan moderasi beragama di lingkungan pesantren.

Selain deklarasi, agenda hari itu juga diisi oleh Expo Ekstrakurikuler yang menampilkan berbagai klub dan minat bakat santri, mulai dari tahsin, BKC (karate), English Club, teater, sains, sampai komunitas alam SANTCAKA.

Dengan adanya kegiatan ini, Pesantren Persis 31 Banjaran menegaskan diri sebagai lembaga pendidikan Islam yang proaktif membentuk generasi tangguh   bukan hanya dalam ilmu dan ibadah, tetapi juga dalam akhlak, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral.

Baca Lainnya

Topik Populer