Jumat, 11 Januari 2019 15:36

Punya Narkotika Golongan 1, Warga Cianjur Terancam 20 Tahun Penjara

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [Net]

Limawaktu.id -  Yanyan (29) warga Cianjur terancam dihukum penjara paling lama 20 tahun. Yanyan didakwa memiliki narkotika golongan I bukan tanaman, sebanyak empat paket sabu seberat 1,11 gram. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar Tedy Setiawan menyatakan, terdakwa terbukti tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara, menyerahkan narkotika golongan satu bukan tanaman, sebanyak 4 paket sabu seberat 1,11 gram.

Baca Juga : Jelang Tutup Tahun, Polrestabes Bandung Bekuk 23 Pemakai Narkotika 

"Terdakwa ditangkap oleh Dit Reskrimum Narkoba Polda Jabar di rumah neneknya di Cianjur," katanya usai persidangan, Jumat (11/1/2019).

Adapun awal mula pengungkapan tersebut, lanjutnya, pada Agustus 2018 terdakwa dihubungi Jon Key (DPO) Lewandowski ponselnya untuk mengambil narkotika jenis sabu di kawasan Ciganea, Kabupaten Purwakarta

Baca Juga : Lima Pengedar Gagal Edarkan Ganja Asal Aceh di Bandung Jelang Akhir Tahun

Singkat cerita, terdakwa pun kemudian menuju lokasi pengambilan paket sabu tersebut, yakni di sebuah trotoar dekat plang reklame rokok di perempatan lampu merah kawasan Ciganea. 

"Terdakwa menemukan sebuah bungkus rokok dan diambilnya. Sambil berjalan dilihat isinya, dan ternyata benar ada empat paket plastik bening berisi sabu," ujarnya. 

Baca Juga : Selundupkan Sabu, WNA Asal Vietnam Divonis 12 Tahun Penjara

Setelah barang tersebut dipastikan sabu, terdakwa langsung memasukan ke saku celananya dan pergi ke rumah neneknya di Cianjur. Namun saat diperjalanan polisi yang sudah mendapat informasi langsung menangkapnya, dan menemukan barang bukti tersebut. 

Akibat perbuatannya, terdakwa dijerat pasal 114 ayat (1) sebagaimana dakwaan primair, pasal 112 ayat (1) dakwaan subsidair, dan pasal 127 ayat (1) hurup a undang-undang No 35 tahun tahun 2009 tentang Narkotika. 

"Ancamannya maksimal 20 tahun penjara, dan minimal enam tahun," ujarnya.

Baca Lainnya