Cimahi - Dinas Kesehatan Kota Cimahi bakal menyasar masyarakat yang mengalami gejala Influenza Like Illness (ILI). Gejala tersebut akan disaring sejak dari rumah sakit dan Puskesmas, dan nantinya akan dilakukan swab test.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini mengatakan, sebetulnya penapisan masyarakat yang terkena ILI sudah dilakukan sejak lama namun hanya dipantau saja. Namun ke depan akan langsung dilakukan swab test untuk mencegah penularan Corona Virus Disease (Covid-19).
"Gejalanya itukan batuk, pilek, sakit tenggorokan, susah nelan, sesak. Menyerupai tanda tanda Covid-19. Kita akan melakukan penapisan di Puskemas dan rumah sakit adalah paisen ILI," jelasnya saat dihubungi, Minggu (14/6/2020).
Kemudian dalam penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang bersamaan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial di Kota Cimahi, Dinas Kesehatan Kota Cimahi akan mengikuti arahan WHO dengan mengetes 1/1.000 penduduk setiap pekannya.
Artinya, jika penduduk Kota Cimahi ada sekitar 600 ribu jiwa, akan ada sekitar 600 jiwa setiap pekannya yang akan dilakukan swab test. Angka itu diharapkan akan tercapai dengan keberadaan Laboratorium Poltekkes yang rencananya mulai beroperasi pekan depan.
"Untuk Cimahi penduduk dibulatkan kita targetkan 600 per pekan. Sehari 100 ini yang harus lakukan terus secara masif," ujar Rini, sapaan Chanifah Listyarini.
Pihaknya juga akan fokus melakukan penapisan di titik kerumunan dengan melaksanakan rapid test. Seperti di pasar tradisional. Jika hasilnya reaktif, pihaknya akan langsung melakukan swab untuk memutus penularan Covid-19.
"Kalau untuk rapid kita kejar di kerumunan karena rata-rata penularan itu ada di kerumunan-kerumunan dan kontak erat. Kami juga akan mengutamakan yang PDP-ODP yang dirawat dan yang ditemukan di Puskemas," beber Rini.
Selain dengan melakukan swab dan rapid test, Rini meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, mencuci tangan hingga jaga jarak. Sebab menurutnya cara itu akan efektif memutus penularan Covid-19 apabila terus dilakukan masyarakat.
"Kuncinya jaga jarak, pakai makser, cuci tangan mutlak harus kita lakukan," imbuhnya.