Minggu, 3 Desember 2017 18:08

Puluhan Peksos di Kota Cimahi Belum Tersertifikasi

Reporter : Fery Bangkit 
Agustus Fajar,  Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Pengendalian Pendudik dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBPA) Kota Cimahi
Agustus Fajar, Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Pengendalian Pendudik dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBPA) Kota Cimahi [limawaktu]

Limawaktu.id, - Hingga tahun 2017, jumlah Pekerja Sosial (Peksos) yang tersertifikasi baru 13 orang, dari 36 orang keseluruhan Peksos di Kota Cimahi.

Padahal, Kementerian Sosial (Kemensos) mewajibkan seluruh Peksos lulusan dari perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Ikatan Pekerjaan Sosial Indonesia (IPPSI) untuk memiliki sertifikat profesional.

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Pengendalian Pendudik dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBPA) Kota Cimahi, Agustus Fajar menjelasakn, sisa Peksos yang belum tersertifikasi dalam waktu dekat akan mengikuti sertifikasi uji kompetensi Peksos.

"Peksos yang tersertifikasi di Cimahi ada 13. Total Peksos di kota Cimahi 36 orang. Yang belum, mereka sebelumnya belum sempat mengikuti uji kompetensi," jelas Agustus melalu pesan singkat, Minggu (3/12/2017).

Jumlah 36 Peksos bertugas di kelurahan sebanyak 15 orang, pada Program Keluarga Harapan (PKH) 10 orang, yang termasuk Lembaga Konsultasi Kesejahtraan Keluarga (LK3) 2 orang, Peksos di khusus DinsosP2KBPA 3 orang dan Satua Bhakti Kesejahteraan Sosial (Sakti Peksosl 5 orang.

Menurut Agustus, jumlah Peksos yang ada saat ini belum ideal untuk membantu permasalahan sosial di Kota Cimahi.

Harusnya, kata dia, setiap Organisasi Sosial (Orsos) di Kota Cimahi yang menyelenggarakan kesejahtraan sosial itu idealnya memiliki Peksos.

"Saat ini masih kurang," ucap Agustus.

Agustus melanjutkan, para Peksos ini bertugas membantu orang meningkatkan dan menggunakan kemampuannya secara efektif untuk melaksanakan tugas-tugas kehidupan serta memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka alami.

Kemudian, Peksos juga bertugas untuk mengaitkan orang dengan sistem-sistem sumber, memberikan fasilitas interaksi dengan sistem-sistem sumber, empengaruhi kebijakan sosial.

"Dan memeratakan atau menyalurkan sumber-sumber material," terang Agustus.

Selain itu, Peksos juga memiliki peran untuk pemercepat perubahan, sebagai perantara yang menghubungkan individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat dengan lembaga pemberi pelayanan masyarakat

"Kemudian sebagai pendidik, tenaga ahli, perencana sosial, fasilitator," katanya. (kit)