Kamis, 2 November 2017 10:28

Puluhan Anak di Cimahi Bermasalah dengan Hukum

Reporter : Fery Bangkit 
Agustus Fajar, Kepala Bidang Sosial Dinsos P2KBP3A Kota Cimahi.
Agustus Fajar, Kepala Bidang Sosial Dinsos P2KBP3A Kota Cimahi. [limawaktu]

Limawaktu.id, - Pemerintah Kota Cimahi menyatakan prihatin dengan adanya puluhan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Kota Cimahi.

Berdasarkan data Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi, hingga tahun 2017, ABH di Kota Cimahi mencapai 30 anak.

"Dibandingkan dengan jumlah penduduk memang relatif kecil, tapi kita tentunya merasa prihatin. ABH di Cimahi ada 30 anak, dari usia 12-18 tahun," ujar Agustus Fajar, Kepala Bidang Sosial Dinsos P2KBP3A Kota Cimahi, Kamis (2/11/2017).

Dijelaskannya, ada dua jenis yang termasuk ke dalam ABH, yakni korban, pelaku. Di antara keduanya, paling banyak ialah korban.

"Kasusnya macam-macam. Ada kasus pencurian, pelecehan seksual, geng motor juga ada," kata Agustus.

Dikatakannya, data tersebut didapat pihaknya dari berbagai sumber. Seperti dari Perlindungan Rehabilitasi Sosial Anak Berhadapan dengan Hukun Berbasis Masyarakat (PRSABH-BM) dan kepolisian.

Menurut Agustus, anak sekarang sangat rentan berhadapan dengan hukum. Faktor lingkungan menjadi penyebab paling besar rentannya anak bermasalah dengan hukum.

"Anak sekarang mudah terpengaruh. Misalnya mereka nongkrong, yang memungkinkan merencanakan hal di luar normal," ucapnya.

Dikatakannya, untuk meminimalisir hal tersebut, lingkung keluarga tentunya menjadi aspek yang paling memungkinkan untuk menangkal anak dari masalah hukum.

"Kita sering menyampaikan, bahwa ruang lingkung perlindungan anak itu dimulai dari keluarga," imbuhnya.

Selain keluarga terdekat, tentunya peran aparatur setempat hingga pemerintah kota dibutuhkan untuk menangkal anak agar tidak melakukan hal yang negatif.

Pemerintah Kota Cimahi sendiri memiliki Pekerja Sosial (Peksos) dan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos). Mereka bertugas melakukan pendampingan terhadap anak yang dianggap bermasalah. (kit)*

Baca Lainnya