Selasa, 15 Januari 2019 17:10

Proyek Galian PLN Bikin Wali Kota Cimahi Geleng-geleng Kepala

Reporter : Fery Bangkit 
Proyek galian kabel milik PLN UP 3 Kota Cimahi yang menyebabkan kepadatan lalu lintas.
Proyek galian kabel milik PLN UP 3 Kota Cimahi yang menyebabkan kepadatan lalu lintas. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Proyek galian kabel milik PLN UP 3 Kota Cimahi ternyata banyak dikeluhkan sejumlah pihak. Di antaranya Pemerintah Kota Cimahi. 

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengatakan, pihaknya kecewa atas proyek yang tengah dikerjakan PLN itu lantaran dianggap tanpa berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Ajay mengatakan menerima laporan dari dinas terkait jika PLN belum melaporkan pengerjaan tersebut yang posisinya berada di ruas jalan nasional.

Baca Juga : Klaim Capaian Target Pelanggan dari PLN Area Cimahi

"Sebetulnya apa susahnya berkoordinasi dengan pemerintah, tinggal bilang bulan segini akan ada pengerjaan galian, izin kalau nanti ada kerusakan dan kemacetan. Nanti akan saya hubungi langsung bos PLN Cimahi," ungkap Ajay saat ditemui di Cipageran, Selasa (15/1/2019).

Seperti diketahui, proyek pengerjaan galian kabel itu dilakukan sejak awal Januari lalu. Total ada sekitar 11 kilo meter yang melintang dari Kota Cimahi hingga ke Kabupaten Bandung Barat. Galian kabel itu ditanam di badan jalan dan trotoar.

Baca Juga : Pemadaman Listrik Tentatif Kerap Terjadi di Cimahi, ini Alasannya

Galian itu mengambil sedikit badan jalan sehingga tak jarang menyebabkan kepadatan lalu lintas. Selain itu, kerap jadi penyumbat aliran air jika hujan tiba. Imbasnya, genangan air hingga banjir pun terjadi.

Diakui Ajay, permasalahan dampak dari proyek itu berdampak langsung terhadap masyarakat. Dirinya juga mendapat banyak aduan dari masyarakat lantaran galian tersebut menyebabkan kemacetan dan merusak fasilitas publik seperti trotoar.

Baca Juga : Maaf!Pemadaman Listik Cimahi-KBB Terus Berlanjut, ini Sebabnya

"Ya banyak masyarakat yang mengeluh, katanya jalan jadi berdebut, macet, kalau hujan jadi licin, kotor, dan keluhan lainnya. Saya belum sempat cek langsung ke lapangan," ujarnya.

Dia juga menyayangkan jika banyak fasilitas publik yang terpaksa dirusak. Meskipun diperbaiki lagi oleh yang bersangkutan, namun hal tersebut tetap menjadi kerugian tersendiri. "Tidak cuma PLN, PDAM dan Telkom juga sering melakukan galian. Nah kenapa mereka tidak berkoordinasi, lakukan galian secara bersamaan," tuturnya.

Supervisor Teknik di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Prima, Kota Cimahi, Ayi Hermawan, PLN UP3 Cimahi sendiri mengklaim permasalahan mengenai pengerjaan galian kabel sepanjang ruas jalan di Cimahi hanya masalah miskomunikasi. 

"Hanya miskomunikasi saja, ada beberapa tahapan birokrasi yang tidak kita tempuh. Ini akan jadi pembelajaran buat kami. Nanti akan langsung menghubungi pihak terkait, seperti Pemkot Cimahi dan Polres Cimahi," jelasnya.

Pihaknya juga mengaku menerima banyak pengaduan dari masyarakat, termasuk dari pihak kepolisian yang merasa tidak diberitahu mengenai adanya pelaksanaan pengerjaan galian di ruas jalan Cimahi.

"Kemarin memang ada polisi yang kesini, mereka tanya kenapa tidak ada pemberitahuan. Kita minta maaf, karena beranggapan kalau sudah laporan ke Polsek, pasti disampaikan ke Polres. Tapi yang betul ternyata itu laporannya ke Polres," katanya. 

Pihaknya menyatakan bakal memperbaiki semua kerusakan yang diakibatkan proyek itu. Termasuk kerusakan trotoar dan badan jalan.

Baca Lainnya