Selasa, 18 Desember 2018 17:19

Produksi Beras Lokal Cimahi Hanya 3%, Sisanya Disuplai dari Jabar, Jateng dan Jatim

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna terlihat tengah berbincang dengan Chanifah Listyarini, Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi.
Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna terlihat tengah berbincang dengan Chanifah Listyarini, Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi. [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi mengakui, kebutuhan pangan di Kota Cimahi tetap akan mengandalkan suplai dari luar wilayah. Saat ini, suplai pangan dari luar Cimahi mencapai 70 persen, sedangkan pemenuhan dari dalam Kota Cimahi hanya sekitar 30 persen. 

"Kita kebanyakan di-support dari luar Cimahi, dari Cimahi hanya sekitar 30 persen, sisanya dari luar," terang Chanifah Listyarini, Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi saat ditemui usai launching Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Kota Cimahi, Selasa (18/12/2018).

Baca Juga : Buat Berjaga-jaga, Pemkot Bangun Toko Tani, ini Rincian Harganya

Untuk beras, ungkap Rini, sapaan akrabnya, hampir sekitar 60 persen itu Kota Cimahi disuplai dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, sementara dari wilayah Jawa Barat, seperti dari Cianjur itu sekitar 40 persen.

"Kalau yang di Cimahi (beras lokal Cimahi) hanya mencukupi kebutuhan 3 persen," katanya. 

Minimnya produksi beras untuk pemenuhan pangan bagi warga Cimahi dikarenakan memang lahannya hanya sedikit. Saat ini, lahan sawah di Kota Cimahi hanya tersisa 137 hektare. Itupun bisa saja berkurang, mengingat alih fungsi lahan yang terus terjadi.

Kemudian untuk kebutuhan sayur-sayuran dan daging, lanjut Rini, Kota Cimahi mengandalkan stok dari wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Contoh untuk sayur-sayuran dan daging, biasanya para pedagang bisa disuplai dari Lembang, KBB.

"Kalau konsumsi (suplai sayuran dari petani Cimahi) kita baru men-support kurang lebih 20 persen. Itu di Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Cimahi," jelas Rini.

Perihal ketersediaan pangan jelang Natal dan Tahun Baru, dirinya memastikan masih mencukupi. Gejolak harga pun diakuinya belum terlalu terlihat. 

Baca Lainnya