Kamis, 24 Januari 2019 19:23

Pro Kontra Warnai Saresehan Motif Iket Kota Cimahi 

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id - Masih belum ada kesepakatan antara tokoh seni dan budaya Kota Cimahi terkait dengan motif iket untuk mendukung program Kamis Nyunda di Kota Cimahi.

Hal itu terlihat saat digelarnya saresehan desain dan motif Iket Sunda Cimahi yang digagas Lembaga Kebudayaan Cimahi (Lekci) di Aula Gedung A Pemkot Cimahi pada Kamis (24/1). 

Ketua Lekci Kota Cimahi Dede Syarif menyebutkan, Saresehan digelar untuk meminta saran dan masukan dari warga Kota Cimahi yang diwakili peserta Saresehan. Tujuannya agar Cimahi memiliki ciri khas motif Iket Sunda untuk mendukung program Kamis Nyunda yang sudah diterapkan beberapa waktu lalu. Namun dalam saresehan tersebut masih belum ada kesepakatan tentang desain dan motif iket. 

"Harapannya memang ada masukan dari para tokoh terkait dengan motif iket di Kota Cimahi, jika memang belum ada kesepakatan kami tidak akan memaksakan kehendak. Saran dan masukan tersebut menjadi bahan dalam menentukan bagaimana motif iket tersebut," jelasnya, usai saresehan. 

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi Budi Raharja mengatakan, Pemkot Cimahi menyambut baik atas prakarsa Lekci yang sudah menggagas saresehan kali ini. 

Dikatakan Budi, sebagai bagian dari Jawa Barat dan Pasundan Kota Cimahi ingin memiliki ciri khas sendiri tentang iket sunda dalam mendukung program Kamis Nyunda yang sudah diterapkan. Nantinya, iket yang memiliki ciri khas tersebut bisa menjadi ikon bagi Kota Cimahi. Selama ini, Cimahi sudah memiliki batik khas Cimahi yang digunakan oleh para pegawai atau warga Kota Cimahi yang sudah dikenal masyarakat.  

"Jika sudah ditentukan motif dan corak iket nantinya akan dibuatkan Peraturan Wali Kota tentang penggunaan iket tersebut, apakah digunakan khusus di lingkungan pemerintahan atau secara umum, dengan saresehan ini diharapkan terjadi adanya kesepakatan, namun masih belum terjadi kesepakatan itu," ungkapnya. 

Saresehan yang digelar Lekci, kata Budi merupakan bentuk dukungan dari pemerintah dalam mendukung pelestarian budaya di Kota Cimahi dalam mendukung visi sebagai Kota yang maju agamis dan berbudaya. 

"Terlaksananya saresehan ini merupakan bentuk dukungan kami terkait dengan program Kamis Nyunda di Cimahi, " pungkasnya.

Baca Lainnya