Kedai Kopi Milik Cep Nanang Saefudin
Kedai Kopi Milik Cep Nanang Saefudin [Fery Bangkit]
News

Potensi Bisnis Kopi Bandung Barat Sampai ke Eropa

Limawaktu.id - Kopi yang dihasilkan petani asal Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat sudah merambah pasar ekspor mancanegara. Seperti ke Belanda, Prancis dan Italia. Berdasarkan data Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung Barat tahun 2016, luas lahan tanaman kopi arabika di Bandung Barat mencapai 1.727 hektare yang berada di 14 kecamatan. Berkat tanaman kopi ini juga mampu menghidupkan sekitar 7.500 keluarga.

Cep Nanang Saefudin, salah seorang petani asal Kecamatan Gununghalu menuturkan, peluang bisnis kopi asal Bandung Barat sangat terbuka. Ia sendiri dalam sebulan bisa mengekspor 30-50 kilogram (kg) kopinya hingga ke Belanda, Prancis dan Milan (Italia).

"Apalagi kopi asal Bandung Barat tidak hanya dipasarkan di dalam negeri saja tapi juga sudah diekspor," jelas Nanang, Jumat (30/8/2019). Komoditas kopi arabika asal Kabupaten Bandung Barat sendiri memiliki prospek yang cukup cerah. Apalagi pasca menyabet juara 2 dunia dalam Festival Kopi di Paris, Prancis pada 2018 lalu.

Prestasi ini tentunya bisa mendongkrak terhadap kemajuan para petani kopi lokal. Sebab, kopi asal Gununghalu tidak hanya dikonsumsi di dalam negeri tetapi juga sudah menembus pasar internasional. "Bagi saya pribadi, prestasi ini adalah sebuah tantangan. Gununghalu sudah terkenal sebagai penghasil kopi terbaik di dunia, tetapi masyarakatnya masih awam, belum banyak yang percaya," ujar Nanang.

Walaupun belum menyadari jika wilayahnya jadi penghasil kopi terbaik, Nanang mengatakan, lambat laun sudah banyak masyarakat yang mau menanam kopi di lahan Perhutani. "Padahal, prospek kopi cerah, sebentar lagi banyak dibuka objek wisata baru di wilayah ini sehingga kopi dapat dijadikan sebagai oleh-oleh khas Bandung Barat," bebernya.

Semakin banyaknya orang yang gemar minum kopi, juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk membuat kedai. Hal ini pula lah yang mengilhami Nanang membuat kedai kecil-kecilan di samping rumahnya. Nanang mengaku tak mau mematok harga tinggi untuk secangkir kopi yang dijualnya. Pembeli bisa menikmati secangkir kopi dengan harga murah bekisar dari harga Rp 5.000 sampai Rp13.000 untuk satu gelas kopi.

"Harga segitu pun kadang ada yang protes, katanya terlalu kemahalan. Padahal kalau sudah dijual ke kota, harga secangkir kopi ini bisa sampai tiga kali lipat," ujarnya. Selain bisa menikmati secangkir kopi murah, pembeli yang datang ke tempatnya memiliki kesempatan belajar cara membandingkan kualitas hingga cara menyeduh kopi agar bisa mendapatkan rasa dan aroma terbaik

Baca Lainnya