Rabu, 4 Maret 2020 15:25

Polres Cimahi Bidik Penimbun Masker di Cimahi dan Bandung Barat

AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki saat ditemui disela-sela pengecekan.
AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki saat ditemui disela-sela pengecekan. [Fery Bangkit]


Limawaktu.id - Ketersediaan masker dan handsanitizer di sejumlah distributor di Kota Cimahi cukup langka sejak sebulan terakhir. Tepatnya setelah novel corona virus atau Covid-19 merebak.

Masker dan handsanitizer semakin diburu masyarakat, yang mulai panik ketika Covid-19 sudah masuk ke Indonesia. Bahkan, ada warga yang sudah dinyatakan positif terpapar virus tersebut usai melakukan perjalanan dari luar negeri.

Langkanya masker dan handsanitizer itu ternyata setelah jajaran Polres Cimahi melakukan pengecekan langsung ke sejumlah apotek dan distributor alat kesehatan pada Rabu (4/2/2020).

Pengecekan pertama dilakukan di sebuah apotek di Jalan Gatot Subroto, kemudian dilanjutkan ke distributornya di Jalan Jenderal Amir Machmud. Benar saja, kedua benda tersebut sangat langka di pasaran.

AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki saat pengecekan masker dan handsanitizer di sebuah Apotik

"Kita melaksanakan pengecekan masker dan handsanitizer, ternyata barang kosong karena enggak ada pasokan lagi," ujar Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki saat ditemui disela-sela pengecekan.

Ditegaskannya, pihak kepolisian bakal melakukan penelusuran dan penyelidikan langkanya masker dan handsanitizer. Sebab, sebelumnya pihaknya sudah melakukan pengecekan ke sebuah pabrik pembuatan masker.

"Sudah cek di pusat pembuatan masker, di sana masih aman, normal," tutur Yoris.

Dikatakannya, jika ada penjual yang kedapatan melakukan kecurangan seperti melakukan penimbunan barang-barang tersebut, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

"Kita akan lakukan tindakan tegas bagi toko atau penjual penimbun atau menjual dengan harga tinggi," tandasnya.

Asisten Apoteker Senior Serumpun Bambu, Suprapti mengatakan, sejak sebulan lalu pihaknya sudah tidak menerima kiriman masker dari distributor. Padahal, permintaannya setiap hari cukup banyak.

"Masker sudah susah. Kalau handsanitizer masih ada. Kita jual Rp 60 ribu," ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya tidak ingin membeli masker  jika kondisi harganya masih tinggi seperti. Terakhir, Apotek Serumpun Bambu menjual masker dengan harga Rp 100 ribu per box dengan isi 50 pcs.

Baru-baru ini, kata dia, ada sejumlah orang yang menawarkan masker ke pihaknya, dengan harga yang cukup tinggi. "Gak berani beli. Lebih baik kosong engggak beli dulu. Harganya udah enggak masuk akal," sebutnya.

Baca Lainnya