Kamis, 18 April 2019 17:29

Pola Business to Business dalam di Lingkaran Proyek Kereta Cepat dan LRT Bandung Raya

Reporter : Fery Bangkit 
 Proyek PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC). 
 Proyek PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).  [ferybangkit]

Limawaktu.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) meyakini proyek kereta api cepat Jakarta-Kota Bandung">Bandung akan selesai Juni 2021. Saat ini, proses pengerjaan masih terus berlangsung.

"Alhamdulillah kerati api cepat Jakarta-Tegal Luar (Bandung) berjalan sesuai rencana. InsyaAlloh bulan Juni 2021 diperkirakan kereta cepat itu selesai," terang Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Iwa Karniwa">Iwa Karniwa, kemarin di Kota Cimahi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Iwa Karniwa

Baca Juga : Jam Kerja Proyek KCIC di Cimahi Langgar Hukum

Dikatakannya, untuk mendukung percepatan proyek naungan PT KCIC itu, pihaknya akan mendorong percepatan pembuatan Light Rail Transit (LRT">LRT) Bandung Raya. Rencananya, beber Iwa, akan ada delapan jalur LRT. Dua jalur di Kota Bandung, sisanya yang menghubungkan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang.

"Nah, yang sekarang coba kita dorong adalah connectifity, dimana lanjutanya adalah 8 jalur LRT Bandung Raya," kata Iwa.

Baca Juga : Kontruksi Kereta Cepat di Utama Cimahi Segera Dibangun, Kabar Baik atau Buruk?

Supaya pembangunan LRT ini lebih cepat, maka salah satu cara yang digunakan adalah dengan pola Business to Business (B2B). Berdasarkan hasil rapat terakhir, ungkap Iwa, Kementerian BUMN menetapkan bahwa PT Kereta Api Indonesia menjadi 'leading' untuk pembuatan jalur LRT, termasuk untuk akses Tegal Luar-Stasion Bandung sepanjang 15 kilometer.

Berdasarkan perencanaan, lanjut Iwa, begitu kereta cepat selesai dibangun 2021, akan langsung terkoneksi dengan LRT. Rencanannya, jalur LRT akan menggunakan lahan kereta api existing, menggunakan pola 'double track'.

Baca Juga : RTRW KCIC di Cimahi Belum Usai, Bagaimana Kelanjutan Pembangunannya?

"Ini yang sedang kita dorong. Sekarang sedang dilakukan study kelaikan, engineering desain oleh PT Kereta Api," jelasnya.

Menurut Iwa, progres rencana pembuatan jalur LRT di Bandung Raya, khususnya Tegal Luar-Stasion Bandung sejauh ini berjalan lancar. "Relatif signifikan. Kalau lihat progres seperti itu dimungkinkan selesai Juni 2021," tandasnya.

 Proyek PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC). 

Baca Juga : 95% Warga KBB jadi Buruh Kasar di Proyek KCIC

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekda Kota Cimahi, Tata Wikanta mengaku sangat mendukung adanya LRT Bandung Raya. Sebab, moda transportasi modern itu akan menunjang keberadaan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Khusus di Kota Cimahi, kata Tata, rencana pembuatan LRT ini sudah masuk dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Cimahi.

"LRT sebetulnya sudah terfasilitasi, di RDTR udah masuk. Tinggal zonanya dimana," katanya.

Baca Lainnya