Jumat, 17 Mei 2019 18:40

PNS Dapat THR, Honorer Guru RA Dapat Pahala

Reporter : Fery Bangkit 
Aktifitas belajar mengajar di RA Ar-Rahmi, Masjid Agung Cimahi.
Aktifitas belajar mengajar di RA Ar-Rahmi, Masjid Agung Cimahi. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Para pengajar honorer Raudhatul Athfal (RA) atau guru TK dipastikan harus gigit jari pada lebaran tahun ini. Sebab, mereka kembali tak akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR), seperti yang didapat PNS.

Kepala Sekolah sekaligus pengajar RA Ar-Rahmi, Masjid Agung Cimahi, Hj. Nenden mengatakan, selama mengajar, Kemenag tak pernah memberikan THR seperti yang diterima PNS atau sekarang disebut Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga : Ini Jumlah Karyawan yang Wajib Dapat THR dari Perusahaan di Cimahi

"Kalau untuk pengajar honorer belum pernah ada THR khusus seperti ASN. Ya inginnya ada seperti yang di bawah Dinas Pendidikan, kalau Kemenag kurang perhatian," ungkap Nenden saat ditemui di Masjid Agung Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita, Jumat (17/5).

Menurut Nenden, biasanya Pemerintah Kota Cimahi akan memberikan semacam uang 'kadeudeuh' bagi para guru honorer maksimal seminggu sebelum lebaran. "Tahun-tahun sebelumnya ada THR dari Pemkot, guru-guru disuruh ngumpulin rekening BJB. Tapi tahun sekarang belum tahu, belum ada perintah," ujarnya.
 
Sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari, pengajar RA mengandalkan uang SPP dari orangtua siswa serta uang tunjangan dari Kemenag. Saat ini, RA Ar-Rahmi memiliki 63 orang siswa dan 5 orang pengajar. 

Baca Juga : Mau Lebaran, Wakil Wali Kota Cimahi Bilang Begini Soal THR

"Ya paling-paling mengandalkan SPP orangtua siswa. Alhamdulillah di RA ini lancar, perbulannya sampai Rp100 ribu. Kalau di RA lain mungkin ada yang macet bayarannya," tuturnya. 

Pihaknya berharap Kemenag dan Pemerintah Kota Cimahi memberikan perhatian lebih untuk pengajar honorer di RA atau TK yang kesejahteraannya dinilai masih jauh dari kata layak.

Baca Juga : Kabar Gress! THR PNS Cair Pekan Depan

"Ya coba saja bandingkan pendapatannya dengan profesi lain, jauh. Padahal pengajar PAUD ini yang bertanggungjawab mendidik anak sejak dini. Ya mohon diperhatikan saja nasib kami," tandasnya.

Kepala Kemenag Kota Cimahi, Munawir Sulaeman, mengakui jika tak ada THR bagi pengajar honorer RA atau TK tiap lebaran, namun biasanya ada perhatian dari yayasan. "Kalau untuk lebaran tidak ada. Tapi biasanya suka ada uang kadeudeuh dari yayasan," katanya. 

Mengenai bayaran, pihaknya setiap tiga bulan sekali rutin memberikan Tunjangan Jabatan Fungsional (TJF) untuk pengajar honorer.

"Besarannya beda-beda, tergantung masa kerja dan jabatan. Paling besar sekitar Rp1,5 juta. Secara kesejahteraan mungkin sudah lebih baik dari yang dulu-dulu," pungkasnya.

Baca Lainnya