Selasa, 28 November 2017 21:32

PKL Cimahi Kucing-kucingan dengan Satpol PP, Pasar Atas Barokah Solusinya

Reporter : Fery Bangkit 
PKL masih menghiasi di sejumlah jalan di Kota Cimahi.
PKL masih menghiasi di sejumlah jalan di Kota Cimahi. [limawaktu]

Limawaktu.id, - Berkali-kali digelandang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lalu disidangkan, tak membuat sejumlah Pedagang Kaki Lima (pkl) di kota cimahi kapok berjualan di tempat yang memang dilarang untuk berjualan.

Mereka masih saja menjajakan dagangannya dibeberapa lokasi yang bertentangan dengan Perda Nomor 8 Tahun 2009 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3). Contohnya, ada di jalan Sriwijaya, tepatnya depan Pasar Antri Lama, Cimahi, di Cimindi dan Baros.

Baca Juga : Reaksi PKL di Cimahi Saat Melihat Petugas Satpol PP Datang

Berdasarkan pantauan pada Selasa (28/11/2017), di Jalan Sriwijaya, Cimahi, sejumlah pedagang masih tampak menjajakan dagangannya. Mata dan telinga mereka selalu awas memperahtikan sekitarnya. Dikhawatirkan bila ada penegak Perda, mereka langsung kabur.


Ii Hidayat (57), salah seorang PKL mengakui bahwa tempat yang ia duduki tidak boleh untuk dijadikan lahan berjualan. Tapi, kata dia, ia nekat berjualan karena tuntuan kebutuhan.

PKL masih menghiasi di sejumlah jalan di Kota Cimahi.

Baca Juga : Pantau PKL Nakal, Satpol PP Cimahi Akan Tambah 9 CCTV

“Gak boleh sama Satpol PP. Iya karena kebutuhan. Kalau di dalam pasar, modal buat sewanya ga ada,” tutur dia saat ditemui di Jalan. Sriwijaya, Selasa (28/11/2017).

Ia mengakui sudah beberapa kali terjaring razia yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Cimahi. "Gak kapok, dari pada gak makan,” ucap Ii.

Ii dan sejumlah PKL lainnya berharap pemerintah setempat bisa menyediakan tempat berjualan yang memak layak dan tidak memberatkan para PKL.

“Menyediakan tempat yang sesuai kemampuan, tapi jangan terlalu mahal,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Cimahi, Aris Permono menegaskan akan terus melakukan penindakan kepada para PKL yang masih berjualan ditempat yang tak semestinya.

“Ini salah satu program kerja Satpol PP yang tidak bosen-bosennya dan harus ditindak. Kami akan menindak PKL-PKL yang di Sriwijaya, PKL Cimindi,” katanya.

Diakui Aris, beberapa kali razia yang dilakukan pihaknya belum membuat para PKL jera. Contohnya, kata dia, ada PKL yang sudah beberapa kali terjaring namun tetap saja melakukan pelanggaran.

“Ini efek jera tidak ada dari beberpa yang telah kami lakukan, mungkin kami harus ada formula baru,” jelas Aris.

Perihal pembinaan para PKL, lanjut Aris, itu merupakan tugas dari Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan untuk menanganinya.

Terkait hal itu, Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Cimahi sudah merencanakan solusi untuk penataan para PKL di Kota Cimahi.

Rencananya, para PKL akan ditempatkan di Pasar Atas Barokah (PAB), Cimahi. Tapi hal tersebut baru bisa terealisasi jika pasar yang terletak di jln. Kolonel Masturi tersebut tuntas dibangun.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian dan Kota Cimahi mengatakan, Adet Candra Purnama mengatakan,rencanannya, jika sudah jadi, para PKL akan di tempatkan di lantai dua.

“Harapan ke depan, kalau Pasar Atas Barokah (PAB) sudah selesai, pedagang-pedagang di lantai 1 (satu), nanti PKL-PKL masuk di lantai 2 (dua), jadi tambah ramai,” kata Adet.

Dikatakan Adet, PAB sendiri rencananya akan memuat sekitar 500 kios di dalamnya. Jadi bisa masuk antara pedagang pasar dengan para PKL.

“Kisaran lima ratus, nanti bisa blend dengan temen-temen yang ada di Pasar Atas Barokah,” terang Adet. (kit)*

Baca Lainnya