News

Petani Lembang Kembangkan Pisang Ambon Lumut Layung, Manisnya Disebut Juara Dunia

Limawaktu.id, Bandung Barat - Kabupaten Bandung Barat berpotensi memiliki komoditas unggulan baru dari sektor pertanian. Dari Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, varietas pisang hasil pengembangan petani lokal mulai dilirik karena memiliki kualitas dan keunikan yang berbeda dibanding pisang ambon pada umumnya. Varietas tersebut dikenal dengan nama Pisang  Ambon Lumut Layung.

Pengembang varietas ini, Heri Jawan Suresurjana, optimistis Ambon Lumut Layung dapat berkembang menjadi produk pertanian unggulan yang mampu menembus pasar nasional bahkan internasional apabila mendapat dukungan pengembangan yang memadai.

Selama hampir 17 tahun, Heri konsisten melakukan budidaya dan pemuliaan tanaman pisang hingga akhirnya mendapatkan sertifikat hak pemulia tanaman dari kementerian terkait. Varietas Ambon Lumut Layung dinilai memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari rasa yang lebih manis, aroma harum khas, ukuran buah besar hingga daya simpan yang lebih lama.

“Kelebihannya kadar gula tinggi, aromanya harum dan tahan lama meskipun matang di pohon. Ini yang membuat banyak konsumen kembali membeli,” ujar Heri, saat berbincang dengan Limawaktu.id, Selasa, 19 Mei 2026.

Tak hanya itu, kata Heri,  hasil uji laboratorium terhadap varietas tersebut disebut menunjukkan kandungan vitamin C yang tinggi serta kadar gula mencapai 25,5 briks. Kondisi itu menjadi nilai tambah di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pangan sehat dan alami.

Dia menyebutkan, Saat ini pemasaran masih dilakukan secara mandiri dari rumah serta melalui penjualan online. Konsumen datang dari berbagai daerah seperti Bandung, Bogor, Tangerang hingga Jakarta. Meski begitu, kapasitas produksi dinilai masih terbatas karena keterbatasan lahan dan pengelolaan yang masih dilakukan secara sederhana.

Keunggulan lain dari Ambon Lumut Layung adalah masa panen yang lebih cepat dibanding pisang pada umumnya. Jika pisang biasa membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk berbuah, varietas milik Heri sudah bisa dipanen dalam waktu 7 hingga 9 bulan setelah tanam.

Ke depan, Heri berharap ada dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta untuk pengembangan lahan, pembinaan teknologi pertanian hingga pemasaran produk agar Ambon Lumut Layung dapat berkembang lebih luas.

Menurutnya, potensi pasar pisang premium cukup besar, terutama untuk konsumen yang mengutamakan kualitas dan produk alami. Pasalnya, Ambon Lumut Layung dipanen dalam kondisi matang alami di pohon tanpa penggunaan bahan pemercepat pematangan seperti karbit maupun etrel.

Heri menjelaskan, Selain memiliki kualitas buah unggul, tanaman ini juga dinilai lebih tahan terhadap hama, penyakit, dan kondisi cuaca kering. Bahkan dalam kondisi musim kemarau, tanaman tetap mampu bertahan tanpa penyiraman intensif.

“Dengan berbagai keunggulan tersebut, Ambon Lumut Layung diproyeksikan dapat menjadi ikon pertanian khas Lembang sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan agrowisata, edukasi pertanian hingga industri olahan pisang,” jelasnya.

 Apabila pengembangan dilakukan secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin Ambon Lumut Layung dari Desa Mekarwangi Kecamatan Lembang ini  akan menjadi salah satu varietas pisang premium kebanggaan Indonesia di masa depan.

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar