Senin, 25 Maret 2019 16:59

Petani KBB:Megang Kartu Tani-nya aja Belum Pernah

Reporter : Fery Bangkit 
Petani Kabupaten Bandung Barat.
Petani Kabupaten Bandung Barat. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Distribusi kartu tani di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum merata. Sebab, belum seluruh petani mendapatkan program Kementrian Pertanian (Kementan) RI itu.

Bahkan, belum semua petani di KBB mengetahui fungsi kartu itu. Padahal, program Kartu Tani itu dimulai dirilis tahun 2017. Dalam programnya, seluruh petani wajib memiliki Kartu Tani untuk pembelian pupuk bersubsidi.

Baca Juga : Petani Cimahi Dibuat Kecewa Kartu Tani

Ade Rukmana (34), salah seorang petani asal Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, KBB menuturkan, ia dan petani di wilayahnya sudah sering mengkonfirmasi ke pemerintah setempat terkait belum dibagikannya Kartu Tani itu.

"Saya tanya, kapan nih kartu taninya keluar? Jawaban mereka simpel, masih proses. Gak ada penjelasan lebih detail lagi," kata Ade, Senin (25/3/2019).

Baca Juga : 647 Kartu Tani di Kota Cimahi Nganggur

Menurutnya, ada sekitar 20 petani di wilayahnya yang tergabung dalam Kelompok Tani Macakal, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang yang belum mendapatkan Kartu Tani. Bahkan, kata dia, hal serupa juga terjadi di wilayah lain. 

"Setahu area Suntenjaya belum. Makanya saya kaget di ada berita di Cimahi udah dibagi," katanya.

Baca Juga : MRT Pertama di Indonesia Mulai Beroperasi 

Dikatakan Ade, pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB sudah meminta data, berupa fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun, nyatanya, kartu itu belum juga dibagikan meski sudah diluncurkan sejak dua tahun silam.

Alih-alih belum mendapatkan Kartu Tani, Ade pun mengaku hingga kini ia belum mengetahui secara detail fungsi kartu itu. Sebab, kata dia, sejauh ini belum ada sosialisasi masif, yang dilakukan secara menyeluruh oleh pemerintah setempat.

"Fungsinya apa, katanya ada deposit pupuk sekian kwintal, itu belum nyampe secara langsung ke petani. Jadi gak ada sosialisasi, baru ke orang tertentu yang mau nanya itu juga," ungkap Ade.

Menurut informasi, lanjut Ade, Kartu Tani itu akan dibagikan Selasa (26/3). Ia berharap informasi itu bukan hanya sekedar wacana saja, apalagi sampai kartunya belum ada saldo. Seperti yang terjadi di Kota Cimahi. Meski para petani sudah mendapatkan kartunya, tapi hingga kini belum bisa digunakan karena belum diisi saldo oleh pemerintah.

"Mudah-mudahan besok terealisasi. Tapi kan kalau dibagiin kartu taninya juga kalau gak ada kuotanya, ya percuma juga," tandas Ade.

Dadan Kartiwa (37), petani Desa Cibodas lainnya mengakui, dirinya belum pernah mendapat sosialisasi seputar Kartu Tani. Bahkan, kegunaannya pun sama sekali belum diketahuinya.

"Kami bingung gimana menggunakannya. Melihat fisiknya, apalagi memegang Kartu Tani pun belum pernah," katanya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB, jumlah petani di Bandung Barat mencapai 50 ribu. Sedangkan yang baru menerima Kartu Tani baru 5.600 petani. Data itu diambil dari tiga bulan lalu.

Saat dikonfirmasi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB sulit dihubungi. Ketika menghubungi kepala dinasnya, nomornya tak aktif. Sedangkan sekretaris dinasnya enggan untuk dimintai penjelasan. Ia menyarankan untuk menghubungi salah satu kabid-nya. 

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer