Jumat, 15 Desember 2017 23:41

Petani di Cimahi dan Bandung Barat Buta Soal Kartu Tani

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Sosialisasi dan penyaluran Kartu Tani dinilai petani tidak maksimal.
Sosialisasi dan penyaluran Kartu Tani dinilai petani tidak maksimal. [limawaktu.id]

Limawaktu.id,- Program Kartu Tani ala pemerintah pusat belum sepenuhnya menyentuh para petani di Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi.

Bahkan, program peralihan distribusi pupuk bersubsidi tersebut mayoritas belum diketahui para petani. Penyebabnya, belum terpenuhinya kartu tani yang diberikan pemerintah kepada petani.

Dadan Kartiwa (37), petani asal Desa Cibodas, Kecamatan Lembang mengaku, sejak 15 tahun lalu berkecimpung di dunia pertanian, dirinya sama sekali belum pernah mendapat sosialisasi Kartu Tani. Bahkan kegunaan kartu ini pun belum diketahuinya.

"Apa Kartu Tani itu, kegunaannya buat apa ?" ucap Dadan, Jumat (15/12/2017).

Jika manfaat kartu tani tersebut sangat penting untuk memperoleh pupuk bersubsidi, dia menginginkan pemerintah maupun penyuluh pertanian di desa-desa segera mensosialisasikan dan menyalurkannya karena bulan ini sudah masuk masa tanam.

"Kami bingung gimana menggunakannya, melihat fisiknya, apalagi memegang kartu tani pun belum pernah. Makanya butuh disosialisasikan," tuturnya.

Dadan menyatakan, masih banyak petani sayuran di wilayahnya yang tidak mendapat manfaat dari keberadaan pupuk bersubsidi. Akibatnya, mereka harus membeli pupuk non subsidi yang harganya jauh lebih mahal.

"Untuk menyuburkan tanaman, kami terpaksa menggunakan pupuk kandang yang dioplos dengan pupuk non bersubsidi. Belum pernah pakai pupuk subsidi karena barangnya tidak sampai ke kita," ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Ayi (38), dia mengatakan, pemerintah tidak mau peduli terhadap petani kecil. Contohnya saja, sosialisasi penyaluran Kartu Tani tidak pernah sampai ke tangan yang berhak seperti dirinya. Pemerintah hanya memperhatikan petani yang sudah eksis.

"Pupuk sangat langka di Lembang. Nasib petani di ujung tanduk kalau terus-terusan seperti ini," tuturnya.

Bahkan Ayi menyebutkan bila kartu tani justru dimiliki oleh warga yang bukan petani dan kehidupannya sangat berkecukupan. Sebaliknya, banyak petani dari keluarga miskin yang tidak tercover Kartu Tani yang mestinya berhak mendapat pupuk bersubsidi.

"Yang mendapat bantuan hanya kelompok-kelompok tertentu saja yang dekat dengan pemerintah. Kalau berani, coba data seluruh kelompok tani di Lembang, apakah mereka benar-benar ada atau cuma pasang nama saja alias bodong, cek anggotanya dan kebunnya di mana," jelasnya.

Tarya Rohanda (98), petani asal Cimahi yang biasa bekerja di pertanian sekitar Jalan Aruman, Cimahi mengatakan, ia sama sekali belum tahu tentang Kartu Tani.

“Kartu Tani? Saya belum tahu,” katanya. (kit)

Rustan Abubakar Al Iskandari
Rustan Abubakar Al Iskandari

Harus di sosialisasikan atuh

15 Desember 2017 22:53 Balas