Kamis, 3 Mei 2018 21:50

Petani Cimahi Dibuat Kecewa Kartu Tani

Reporter : Fery Bangkit 
Petani Cimahi.
Petani Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Distribusi pupuk bersubsidi lewat 'Kartu Tani' di Kota Cimahi bermasalah. Pasalnya, hingga awal Mei ini, program Kementrian Pertanian (Kementan) RI itu belum bisa dimanfaatkan 657 Petani di Cimahi.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gappktan) Kelurahan Citeureup, Rizal Kusnandar bahkan menyebutkan, sejak dibagikan Desember lalu, para petani belum pernah lagi mendapatkan informasi lanjutan dari Pemerintah Kota Cimahi.

Baca Juga : Petani di Cimahi dan Bandung Barat Buta Soal Kartu Tani

"Belum ada penjelasan soal penggunaan kartu tani, mungkin intinya belum cair bantuannya," ujarnya Rizal saat dihubungi via sambungan telepon, Kamis (3/5/2018).

Bahkan menurutnya, penyerahan kartu tani secara simbolis oleh Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna pada Desember 2016 hanyalah sebata seremonial saja. Pasalnya, setelah penyerahan itu, sama sekali tidak ada tindak lanjut dari Pemkot Cimahi.

Baca Juga : Curhat Petani Cimahi: Harga Pupuk Mahal, Petani Gigit Jari

"Setelah dibagi kartu belum ada koordinasi lagi dari pemerintah. Kecewa lah. Kami inginnya kerja nyata. Kalau hanya seremonial buat apa  Petani enggan protes atau bagaimana lah, tapi mestinya bantuan betul-betul ada efeknya bagi petani," ungkapnya.

Intinya, tegas Riza, para petani mengaku kecewa terhadap realisasi program kartu tani. Selain itu, program tersebut menurutnya cukup membingungkan.

Baca Juga : Ratusan Petani Cimahi Belum Bisa Manfaatkan Kartu Tani

"Memang jadi bingung. Cara pakainya saja belum pada bisa, belum ada sosialisasi lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Mita Mustikasari menjelaskan, belum bisa digunakannya kartu tani dikarenakan masih menunggu alokasi kuota pupuk ke dalam kartu tani oleh Kementan RI.

Jadi, kata Mita, untuk sementara ini, para petani di Kota Cimahi masih menggunakan sistem manual untuk membeli pupuk.

"Sampai saat ini pembelian masih manual, sambil menunggu pengisian alokasi pukuk ke dalam kartu tani," jelasnya.

Baca Lainnya