Rabu, 31 Januari 2018 16:29

Pesan Mencengangkan Hera Sebelum Ditemukan jadi Kerangka di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Mayat
Mayat Tak Dikubur [Limawaktu]

 

Limawaktu.id - Sebelum meninggal dua tahun silam, Hera Sri Herawati (50) sempat berpesan kepada Ibunya, Neneng Hatidjah (74) agar tidak dikuburkan. Ia memiliki keyakinan jika kelak meninggal akan bisa mendapat kehidupan kedua. 

Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Cimahi Selatan, AKP Sutarman di Mapolsek Cimahi Selatan, Jln. Mendut, Rabu (31/1/2018). Pernyataan itu terungkap dari mulut Neneng saat menjalani pemeriksaan. 

"Kalau saya meninggal, jenazah saya jangan dikuburkan. Pesan Hera kepada Bu Neneng," kata AKP Sutarman saat menirukan pernyataan Neneng. 

AKP Sutarman menerangkan, dalam pemeriksaan, Neneng mengatakan, sebelum Hera meninggal, ia dan anak sulungnya itu mendapat hidayah untuk melaksanakan shalat tahajud selama 40 malam berturut. 

Setelah itu, keduanya mendapat bisikan gaib melalui malaikat bahwa jika kelak meninggal akan mendapat kehidupan kedua. Hingga akhirnya Hera meningggal Januari 2016. 

Pesan Hera untuk tidak menguburkannya pun diikuti sang ibu. Hera hanya dibaringkan di tengah rumah, dengan ditutupi kain. Setiap harinya, Neneng berharap bisikan gaibnya itu segera jadi kenyataan. Setiap hari jasad anaknya itu dirawat, termasuk mengganti selimut tiga kali sehari. 

Selang hampir dua tahun tepatnya Desember 2017, sang ayah, Nanung Sobana (84) akhirnya menyusul Hera. Dalam pemeriksaan, kata AKP Sutarman, Neneng menuturkan suaminya itu ingin menyusul Hera, yang tak kunjung hidup lagi. 

"Dia (Bu Neneng) mengatakan mendapat hidayah dari Alloh," kata AKP Sutarman. 

Saat terungkap pada Selasa (30/1/2018), jasad Nanung Sobana dan Hera sudah menjadi kerangka mayat di rumahnya Gg. Nusa Indah VI Nomor 117 RT 07/17 Kel. Melong, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Seluruh kulitnya sudah mengelupas. Namun tak kunjung hidup kembali. 

Perkembangan saat ini, lanjut AKP Sutarman, pihaknya masih menunggu hasil observasi kejiwaan Neneng. Hasil observasi dibutuhkan untuk pemeriksaan lebih lanjut dari Rumah Sakit Dustira. Pasalnya, jika pemeriksaan dipaksaan saat ini, keterangan dari Neneng masih labil. 

"Harapannya kejiwaanya bisa stabil sehingha bisa melakukan pemeriksaan," tutur AKP Sutarman. 

Sementara itu, kedua anak Neneng dan Sobana pun tengah menjalani pemeriksaan yang sama di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua, Bandung Barat. Kuat dugaan, dua anaknya yang bernama Erna dan Deni mengalami gangguan kejiwaan. 

Sementara itu, pemeriksaan terhadap saksi-saksi, baik dari waga setempat dan keluarga pun sudah dilakukan kepolisian.