Senin, 8 Februari 2021 17:08

Perumda Tirta Raharja Kabupaten Bandung Raih Peringkat 2 Tingkat Nasional

Bupati Bandung H Dadang M Naser (tengah) menandatangani prasasti peresmian Perumda Air Minum Tirta Raharja di Desa Sadu, Soreang, Senin (8/2/2021)
Bupati Bandung H Dadang M Naser (tengah) menandatangani prasasti peresmian Perumda Air Minum Tirta Raharja di Desa Sadu, Soreang, Senin (8/2/2021) [limawaktu.id]

Limawaktu.id,- Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, mengaku bangga terhadap kinerja Perumda Air Minum Tirta Raharja, yang telah berhasil meraih sejumlah prestasi. Perumda Air Minum Tirta Raharja mencapai peringkat 2 tingkat nasional dan peringkat 1 di Jawa Barat, mengalahkan Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

“Kalau saja PDAM Tangerang tidak dibantu pihak swasta, kami yakin Perumda Kabupaten Bandung bisa meraih peringkat pertama. Ini sebuah prestasi yang luar biasa, yang sebelumnya Perumda Tirta Raharja peringkatnya ada di bawah,” kata Dadang Naser, saat kunjungan dan silaturahmi dengan Perumda Tirta Raharja, di Desa Sadu, Soreang, Senin (8/2/2021).

Dari segi pengelolaan keuangan, tutur Dadang, berdasakan monev dan BPK RI, serta akuntan publik, Perumda meraih peringkat terbaik.

Dadang meminta Perumda Tirta Raharja agar terus meningkatkan kapasitasnya dan bisa mengikuti perkembangan zaman, dengan mengikuti teknologi power point sebagai acuan kinerjanya.

Dadang menyampaikan rasa maafnya bila pada masa kepemimpinannya ada salah. Dia mohon pamit karena pada tanggal 17 Februari 2021, akan berakhir menjalankan tugasnya sebagai Bupati Bandung.

Dadang berpesan, setelah sepeninggalnya nanti, Perumda tetap bisa meningkatkan kinerjanya dan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat secara prima. Namun dia optimis, melalui peningkatan kerja yang signifikan, suatu saat Perumda Tirta Raharja bisa menjadi yang pertama.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Raharja, H. Rudi Kusmayadi mengatakan, pengelolaan air bersih Sadu ini didrikan di atas lahan kurang lebih 2 hektar. Air baku yang disalurkan dari daerah Gambung Kecamatan Pasirjambu sepanjang kurang lebih 35 kilometer itu berkapasitas 400 liter perdetik. Namun saat ini baru dioperasikan sekitar 200 liter perdetik.

“Saat ini baru mengelola 200 liter perdetik. Seharusnya 200 liter perdetik itu bisa untuk sekitar 20 ribu pelanggan, namun saat ini masih bertahap baru ada sekitar 8700 an pelanggan karena masih bertahap. Pengelolaan air bersih Sadu ini mendongkrak kami sebagai PDAM kelas satu di Indonesia dengan jumlah pelanggan diatas 100 ribu,” kata Rudi usai peresmian di Desa Sadu Kecamatan Soreang, Senin (8/2/2021).

Dikatakan Rudi, hingga saat ini, jumlah pelanggan Perumda Tirta Raharja yang berada di Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat sebanyak 105.800 ribu pelanggan. Sedangkan pada 2021 ini, Perumda Tirta Raharja menargetkan penambahan sebanyak 10130 ribu pelanggan.

Selain itu, lanjut Rudi, ada dua rencana bisnis (bisnis plan) kedepan yang akan dijalankan oleh perusahaan plat merah itu. Pertama, pengembangan pengolahan air bersih Sadu akan ada pembangunan instalasi lagi. Kemudian, mendukung kerjasama pemerintaj dengan dunia usaha untuk pembangunan pengelolaan air baku dari Situ Nyonya diatas Ciwidey. Potensi dari Situ Nyonya itu sekitar 4000 ribu liter perdetik.

“Untuk Situ Nyonya memang harus menggandeng dunia usaha karena nilai investasinya besar sekitar Rp 1,7 triliun. Sehingga Pemprov Jabar mengarahkan untuk dikerjasamakan dengan dunia usaha. Nantinya kita membeli air bersih dari mereka dan menyalurkan kepada pelanggan,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer