Kamis, 12 April 2018 19:32

Permintaan Wali Kota Cimahi Kepada Kapolres Soal Peredaran Miras

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna.
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna kepolisian lebih gencar melaksanakan razia dan pengawasan peredaran Minuman Keras (Miras), khususnya miras Oplosan.

"Saya sudah bilang dengan Kapolres Cimahi, jangan kalau sudah kejadian di Cimahi atau di daerah lain baru sibuk razia sana sini," kata Ajay saat ditemui Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Kamis (12/4/2018).

Ajay mengakui, keterbatasan personel dari Dinas Pol PP dan kepolisian menjadi kendala untuk memaksimalkan pengawasan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Menurutnya, program Pamswakarsa dioptimalkan.

"Tapi bukan jadi alasan juga, kan memang sudah tugasnya seperti itu. Untuk itu, pengamanan dari masyarakat sendiri harus maksimal, minimal, daerah sendiri aman," katanya.

Ajay juga tengah mempertimbangkan untuk memperberat sanksi bagi oknum-oknum produsen dan penjual miras maupun miras oplosan, agar memberikan efek jera bagi semua pihak.

"Nanti akan kita pikirkan bagaimana memberikan sanksi yang lebih berat lagi pada pelaku penjual miras oplosan karena sekarang masih berupa tindak pidana ringan (tipiring), kalau perlu nanti dibuat Perda," tegasnya.

Melihat topografi Kota Cimahi yang hanya memiliki tiga kecamatan dengan luas keseluruhan hanya 42 km², Ajay menuturkan pengawasan oleh masyarakat akan lebih mudah dilakukan.

"Sebetulnya Cimahi diuntungkan dengan kondisinya yang kecil dan padat, artinya pengawasan oleh masyarakat bisa maksimal. Berbeda dengan tetangga kita, misalnya Kabupaten Bandung Barat, yang memang daerahnya luas dan agak sulit terjangkau," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pol PP Kota Cimahi, Dadan Darmawan, mengungkapkan pihaknya tidak memiliki agenda razia miras pada bulan ini. Apalagi, sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat mengenai miras maupun miras oplosan yang meresahkan. 

"Sejauh ini belum ada laporan, tapi untuk antisipasi kasus miras yang memakan korban jiwa di Cicalengka, kami siap terjun ke lapangan," kata Dadan 

Kendati demikian, pihaknya mengaku sudah mengantongi beberapa warung jamu dan warung penjual miras sebagai sasarannya. Namun belum memiliki sasaran dalam skala besar.

"Karena kondisinya sedang ramai, jadi pasti penjual juga antisipasi. Apalagi antara penjual kan saling melindungi. Cuma kita sudah punya data ada berapa yang siap kita razia. Pak Wali Kota juga sudah minta ada pengawasan dan penertiban, jadi siap terjun ke lapangan juga," tegasnya.

Baca Lainnya